Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Jangan Senang Dipuji Manusia karena Allah Belum Tentu Memuji 

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Ketua Masyarakat Paliatif Indonesia (MPI) Cabang Jawa Timur dr Agus Ali Fauzi PGD Pall Med (ECU) menjadi narasumber Halaqoh SD Mugeb Edisi Spesial Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. (Sayyidah Nuriyah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Jangan senang dipuji manusia. Allah ridha tidak dengan kelakuanmu? Karena kalau manusia memuji, belum tentu Allah memuji. Tapi kalau Allah memuji, pasti manusia memuji karena akhlaknya mulia. 

Itulah satu pesan penting yang disampaikan Ketua Masyarakat Paliatif Indonesia (MPI) Cabang Jawa Timur dr Agus Ali Fauzi PGD Pall Med (ECU). Dia berbagi pesan ibunya itu saat menjadi narasumber Halaqah Edisi Spesial Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (26/8/2023). 

Dokter Agus mengingatkan, karena anak melihat bagaimana figur orangtuanya, maka dr Agus mengimbau para orangtua bersikap baik dan bijaksana. Dia mencontohkan, waktu anak baru datang sekolah dan mau bercerita, maka baiknya orangtua memberi dukungan dan pujian. 

“Kok bagus, Bunda setuju, Bunda oke. Ya mudah-mudahan apa yang kamu inginkan bisa terwujud,” contohnya cara merespon yang baik. 

Namun dr Agus yakin tak semua orangtua yang hadir di Atrium Icon Mall Gresik siang itu sudah melakukannya. Alih-alih respon yang muncul ketika anaknya datang lalu bercerita ialah langsung memutuskan cerita anak bahkan ketika di anak belum selesai bercerita. “Bunda ngerti, Bunda paham!” contohnya.  

Jika respon kedua yang muncul, dr Agus yakin, sang anak esoknya tidak lagi berminat cerita. “Besok (ketika anak) datang, tasnya ditaruh, langsung masuk kamar,” terang alumnus Edith Cowan University, Perth Australia ini. 

Iklan Landscape UM SURABAYA

Bundanya yang tidak menyadari kesalahannya dalam merespon akan bertanya, “Lho kamu ndak ada cerita untuk Bunda?” Anaknya kemungkinan menjawab, “Nggak, Bunda sudah jelas, sudah paham, ngerti.” Kelakarnya ini memancing tawa ratusan wali siswa SD Mugeb kelas I-VI yang hadir. 

Dia juga mendorong para orangtua untuk mengapresiasi perilaku anaknya yang sudah baik. “Bunda bangga dengan kamu. Subuhmu tepat waktu, besok Subuhan sendiri, ya,” contoh Kepala Instalasi Paliatif dan Bebas Nyeri RSUD dr Soetomo itu. 

Maksudnya, ketepatan waktu anak dalam menjalankan kewajibannya juga termasuk prestasi. Tidak melulu prestasi itu berupa juara. Pun ketika anak sudah menghafal 3 juz, dia megajak orangtua terus memberi semangat.  

Baca sambungan di halaman 2: Milik Allah, Titipkan Allah 

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu