Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Jaya Melati 1 HW Kota Malang Teguhkan Nilai Keislaman, Kemanusiaan, dan Keindonesiaan

Iklan Landscape Smamda
Jaya Melati 1 HW Kota Malang Teguhkan Nilai Keislaman, Kemanusiaan, dan Keindonesiaan
Anggota Kwarpus Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan, Nugroho Hadi Kusumo, memberikan sambutan kegiatan pembukaan Jaya Melati 1 Kwarda Kota Malang di SD Muhammadiyah 8 Blimbing. (Moh. Ernam/PWMU.CO)
pwmu.co -

Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) terus meneguhkan peran strategisnya dalam membangun karakter generasi muda yang berlandaskan nilai keindonesiaan, kemanusiaan, dan keislaman.

Hal tersebut disampaikan anggota Kwartir Pusat HW, Nugroho Hadi Kusuma, saat memberikan sambutan kegiatan Jaya Melati 1 Kwartir Daerah HW Kota Malang di SD Muhammadiyah 8 Malang, Blimbing, Kota Malang, Sabtu (14/2/2026).

Dalam sambutannya, Nugroho menegaskan bahwa HW memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi bangsa melalui pendidikan kepanduan yang berkelanjutan.

“Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan ini meletakkan dasar-dasar keindonesiaan, kemanusiaan, dan keislaman dengan sungguh-sungguh. Dari sinilah lahir kader-kader yang memiliki jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab bagi masa depan bangsa,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah melalui kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menempatkan gerakan kepanduan sebagai ekstrakurikuler utama di sekolah. Bagi Muhammadiyah, menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan sistem pendidikan yang telah menempatkan kepanduan sebagai bagian penting pembinaan siswa.

“Di lingkungan Muhammadiyah tidak ada tawar-menawar. Kepanduan menjadi kegiatan utama bersama Tapak Suci dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Ini sudah menjadi keputusan resmi dalam sistem pendidikan Muhammadiyah,” tegasnya.

Pembinaan HW Sejak Dini

Nugroho juga menyampaikan apresiasi kepada Aisyiyah yang turut mendukung pembinaan kepanduan sejak usia dini melalui pendidikan anak. Menurutnya, pembinaan karakter sejak awal menjadi kekuatan utama gerakan kepanduan Muhammadiyah.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa kesempatan menekankan pentingnya pendidikan karakter dan etos kerja sebagai fondasi kemajuan bangsa. Nilai tersebut, kata Nugroho, sejalan dengan semangat yang dibangun dalam gerakan kepanduan Muhammadiyah.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dalam paparannya, Nugroho juga menyinggung perjalanan panjang HW yang pernah mengalami perubahan ketika pada masa Presiden Soekarno tahun 1961 seluruh gerakan kepanduan dilebur menjadi Pramuka. Namun, HW kembali bangkit pada 1999 dan terus berkembang hingga saat ini.

“Jaya Melati 1 ini adalah penyemai pemimpin-pemimpin bangsa. Dari pelatihan ini diharapkan lahir kader umat dan kader persyarikatan yang mampu membawa perubahan bagi masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, perkembangan HW di berbagai daerah menunjukkan kemajuan signifikan. Ia menyebut daerah-daerah seperti Sidoarjo, Lamongan, Bojonegoro, Surabaya, Jember, Ponorogo, dan Banyuwangi sebagai contoh wilayah dengan pembinaan kepanduan yang kuat.

“Tidak mudah mengembangkan sebuah gerakan, tetapi lebih penting adalah mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Apa yang kita tanam hari ini akan melahirkan kebaikan di masa depan,” tuturnya.

Kegiatan Jaya Melati 1 Kwarda Kota Malang ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan gerakan kepanduan HW dalam mencetak generasi berkarakter, berakhlak, serta siap mengabdi bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu