Search
Menu
Mode Gelap

Jejak Cahaya Sang Pencerah, Satu Hati Tiga Masa

Jejak Cahaya Sang Pencerah, Satu Hati Tiga Masa
Pawai dakwah ceria SDMU Bintang dalam rangka Milad Muhammadiyah ke-113, Hari Pahlawan dan Hari Guru 2025. (Novie Dwi Hapsari/PWMU.CO)
pwmu.co -

SD Muhammmadiyah 9 Ngaban, Tanggulangin (SDMU Bintang) rayakan Milad ke-113 Muhammadiyah dengan penuh makna, Senin (24/11/2025).

Mengusung tema “Jejak Cahaya Sang Pencerah Satu Hati Tiga Masa”, SDMU Bintang menggabungkan kegiatan Milad ke-113 Muhammadiyah dengan rangkaian Hari Pahlawan dan Hari Guru.

“Satu Hati Tiga Masa maknanya adalah meski dalam rentang waktu yang berbeda dimulai dari berdirinya Muhammadiyah, Hari Pahlawan dan Hari Guru ada satu semangat yang sama yang ingin kita jaga, yaitu menghargai jasa-jasa pahlawan, ” jelas Kepala SDMU Bintang, Maidatul Churriyah.

Acara diawali dengan upacara bendera di lapangan sekolah yang diikuti seluruh dewan guru dan semua siswa dari kelas 1 sampai 6.

Bertindak sebagai instruktur upacara, Kepala SDMU Bintang, Maidatul Churriyah. Sedangkan pemimpin upacara adalah guru wali kelas 3 yang juga Ketua PCM Tanggulangin, Hifni Solikhin.

Setelah upacara bendera anak-anak diajak pawai dakwah ceria menyusuri Jalan Raya Ngaban lalu ke Desa Kali Tengah dan kembali lagi ke sekolah.

Sambil membawa poster bertema Milad Muhammadiyah, Hari Pahlawan dan Hari Guru anak-anak tampak semangat dan kompak melafalkan asmaul husna dan juga hafalan hadis-hadis, serta surat-surat pendek sebagai simbol dakwah yang damai.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Kami ingin anak-anak.meneladani dakwah pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan yang dakwahnya damai dan menyejukkan,” imbuh Maidatul.

Selesai pawai acara dilanjutkan dengan perayaan Hari Guru yang tak kalah seru. Setiap anak memberikan kreasi kreatif dan kejutan manis kepada guru sebagai bentuk ungkapan terima kasih atas ilmu yang sudah diajarkan kepada mereka.

“Untuk kegiatan Hari Guru tahun ini ada yang istimewa karena ada acara guru tamu yang mengundang wali murid untuk menjadi guru pengganti di kelas,” jelas Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Fandiyah Eva.

“Kami ingin menyampaikan bahwa orang tua pun sejatinya adalah guru bagi anak-anak di rumah, untuk itu sekali-sekali menjadi guru tamu di sekolah merupakan kolaborasi yang baik yang bisa dijadikan agenda rutin ke depannya,” tambahnya.

“Ada satu benang merah yang ingin kami sampaikan di tiga momentum besar ini, yakni satu semangat nenjadi pahlawan di masa kini melalui pendidikan, keteladanan, dan cinta ilmu,” ujar Eva.(*)

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments