Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Jejak KOKAM Pasuruan: Dari Apel Akbar ke Masjid Mendunia

Iklan Landscape Smamda
Jejak KOKAM Pasuruan: Dari Apel Akbar ke Masjid Mendunia
pwmu.co -

PWMU.CO  – Di balik gegap gempita Apel Akbar Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) 2025 di Stadion Tridadi, Sleman, Minggu (20/07/2025), tersimpan kisah inspiratif tentang sinergi dan ukhuwah.

Pengalaman ini kontingen Markas Daerah (Marda) KOKAM Kota Pasuruan alami saat transit di Masjid Al Muharram.

Sebagai informasi, masjid tersebut merupakan sebuah masjid fenomenal yang gerakannya mendapat sorotan media Eropa berkat inovasi “Shadaqah Sampah”.

Manfaatkan Relasi 

Keberhasilan puluhan personel KOKAM Pasuruan ini mendapatkan tempat transit yang istimewa tidak lepas dari peran Fauzan Abdillah. Seorang kader muda Muhammadiyah Kota Pasuruan yang tengah menempuh studi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Fauzan, mantan Ketua Umum PD IPM Kota Pasuruan, dihubungi oleh Ustadz Khuzaimi dari PD Pemuda Muhammadiyah Kota Pasuruan untuk mencarikan tempat istirahat.

“Waktu itu Ustadz Khuzaimi tiba-tiba telpon, ngabarin mau ke Jogja buat Apel Akbar. Terus minta tolong dicarikan tempat transit” ungkap Fauzan.

Dengan sigap, Fauzan langsung menghubungi Ketua Takmir Masjid Al Muharram, Ananto Isworo SAg. “Saya langsung menghubungi Ayah Ananto (sapaan akrab Ustadz Ananto). Beliau sangat gembira menyambut berita tersebut dan merespon dengan sangat positif. Rombongan langsung dipersilakan, bahkan langsung dipesankan sarapan” tutur Fauzan.

Rombongan tiba sekitar pukul 01.00 dini hari dan mendapat sambutan hangat dari Fauzan bersama jajaran remaja masjid.

Sementara para personel memulihkan energi di lantai dua, beberapa pimpinan Pemuda Muhammadiyah justru begadang, memanfaatkan momen untuk berdiskusi tentang langkah strategis dakwah, ekonomi, hingga politik di Kota Pasuruan.

Belajar dari Masjid Pelopor Gerakan Lingkungan

Masjid Al Muharram bukanlah sekadar tempat ibadah biasa. Masjid ini merupakan pusat dari gerakan “Shadaqah Sampah” yang tergagas oleh Ananto Isworo, yang juga dikenal sebagai “Ustadz Sampah”.

Lebih lanjut, Gerakan ini mengubah sampah menjadi berkah untuk membiayai pendidikan anak yatim dan dhuafa.

Inovasinya bahkan menggema hingga ke Benua Biru, terbukti dengan liputan khusus dari media besar Eropa, France24 TV, serta The New York Times yang menyorotnya sebagai bagian dari gerakan ‘Green Islam’ di Indonesia.

Ananto Isworo di The New York Times dapat Anda simak di sini. Kemudian berikut merupakan liputan Ananto Isworo di media France24 TV:

‘Green Islam’: Hiw Indonesian Muslims are helping protect the earth (France24 TV). 

Aura positif ini dapat personel KOKAM Pasuruan rasakan langsung. Usai salat Subuh, mereka mengikuti kajian Ahad Pagi yang terisi langsung oleh Ananto Isworo.

Dalam kajiannya, Ananto dengan bangga memperkenalkan kontingen tersebut kepada jamaah. “Ini ada adek-adek KOKAM Pasuruan Kota, kita ikut bangga, tolong didoakan ya” ujarnya yang disambut antusias.

Dukungan takmir masjid tak berhenti di situ. Seluruh personel menerima suguhan sarapan khas Yogyakarta, gudeg, dan terabadikan dalam foto kenangan. “Kalau ada acara di Yogya lagi, jangan sungkan menginap di sini ya” kata seorang perwakilan takmir dengan ramah.

Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi kontingen KOKAM Kota Pasuruan. Mereka tidak hanya membawa pulang semangat dari Apel Akbar.

Namun, juga inspirasi dari sebuah masjid yang dakwah lingkungannya menggema hingga ke Eropa. Serta merasakan langsung kuatnya jalinan persaudaraan dalam persyarikatan Muhammadiyah.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu