Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Jejak Perjuangan dr. H. Kusnadi dalam Pelayanan Kesehatan Islami di Indonesia

Iklan Landscape Smamda
Jejak Perjuangan dr. H. Kusnadi dalam Pelayanan Kesehatan Islami di Indonesia
dr. H. Kusnadi. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Perjuangan dalam dunia kesehatan dan dakwah Islam di Indonesia tidak lepas dari kontribusi sejumlah tokoh Muhammadiyah yang dengan gigih membangun amal usaha untuk kemaslahatan umat.

Salah satu sosok yang patut dikenang adalah almarhum dr. H. Kusnadi, seorang dokter pejuang yang mengabdikan seluruh hidup dan cita-citanya untuk umat, khususnya dalam pengembangan pelayanan kesehatan Islami.

Sejak kecil, dr. Kusnadi telah aktif dalam Kepanduan Hizbul Wathan di Bondowoso. Kegiatan kepanduan ini membentuk kedisiplinan, keteguhan, serta jiwa kepemimpinan yang kuat dalam dirinya. Ia lahir dari keluarga yang dekat dengan gerakan Muhammadiyah dan Aisyiyah, sehingga sejak dini ia telah mengenal nilai perjuangan dan dakwah.

Kecintaan dan kegigihan dalam belajar membuat seorang tokoh masyarakat bernama Muhammad Asrah, seorang Jaksa di Bondowoso, memberikan dukungan penuh terhadap pendidikan Kusnadi.

Pada masa kolonial, hanya sedikit pribumi yang mendapat akses sekolah negeri tanpa sponsor pemerintah daerah. Namun Kusnadi mendapatkan kesempatan langka tersebut dan berhasil menempuh pendidikan di Hollandsch-Inlandsche School (HIS).

Menapaki Jalan Kedokteran

Prestasi akademiknya membuat ia kembali memperoleh dukungan dari sang Jaksa untuk melanjutkan pendidikan kedokteran di Universitas Airlangga, atau yang pada masa itu dikenal sebagai Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS). Di bangku kuliah, ia memupuk tekad untuk menjadi spesialis paru-paru, dipicu oleh kepergian sang ibu tercinta akibat penyakit paru-paru.

Setelah lulus, ia mengabdi sebagai dokter di Lumajang, kemudian kembali ke Bondowoso sebagai dokter kabupaten dan kelak diangkat menjadi dokter Keresidenan Besuki. Atas dedikasi dan kontribusinya, ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan dan meraih spesialisasi di bidang penyakit dalam, khususnya paru-paru.

Perjuangan untuk Pendidikan Muhammadiyah

Tidak hanya berkiprah di dunia medis, dr. Kusnadi juga aktif dalam membesarkan persyarikatan Muhammadiyah. Di Bondowoso, ia dikenal sebagai perintis yang berjuang keras mendirikan SMP Muhammadiyah, dengan mencari dukungan dana dan memperkenalkan Muhammadiyah kepada masyarakat.

Dia juga selalu hadir dalam Muktamar Muhammadiyah sebagai bukti kecintaannya terhadap organisasi.

Pendiri Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih

Gagasannya kemudian berkembang lebih jauh ketika ia melihat kebutuhan mendesak akan rumah sakit yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Bersama Ir. Sanusi dan Mahmud, ia mengusulkan rencana pendirian Rumah Sakit Islam kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Melalui lobi yang intens dan dukungan berbagai pihak, pada 18 April 1967, berdirilah Yayasan Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih berdasarkan Akta Nomor 36 Tahun 1967, dan dr. Kusnadi dipercaya menjadi ketua yayasan pertama.

Melalui gerakan yang visioner, RSIJ kemudian berkembang menjadi pusat pelayanan kesehatan Islam dan menjadi salah satu amal usaha Muhammadiyah yang berpengaruh di ibu kota.

Dedikasi Organisasional dan Regenerasi

Selain membesarkan RSIJ, dr. Kusnadi merupakan dokter organisatoris. Ia aktif di Masyumi, merintis MPKU Muhammadiyah, dan ikut mendirikan organisasi kesehatan nasional seperti PPTI dan PPPKMI. Ia bahkan terlibat dalam pembangunan lebih dari 200 rumah bersalin di berbagai daerah sebagai bentuk kontribusi terhadap kesehatan ibu dan anak.

Dia juga sukses menjalin kerja sama dengan pemerintah dalam pembinaan kesehatan calon jamaah haji Indonesia, dan hasil usaha tersebut kembali ia gunakan untuk memperkuat RSIJ serta mendirikan rumah sakit baru di beberapa daerah seperti Pemalang dan Samarinda.

Untuk memastikan keberlanjutan perjuangan, ia selalu mengajak dokter-dokter muda berproses dalam organisasi serta mengirim mereka ke luar negeri untuk mempelajari manajemen rumah sakit dan pengembangan pelayanan sosial.

Amanah di Akhir Hayat

Menjelang akhir hayatnya, dr. Kusnadi memberikan pesan yang penuh makna kepada anak-anaknya dan para penerus perjuangannya:

“Kutitipkan Rumah Sakit Muhammadiyah ini.”

Dia mengikhlaskan seluruh perjuangannya sebagai amal jariyah milik persyarikatan, dan berharap kader-kader Muhammadiyah terus menjaga serta mengembangkan pelayanan kesehatan Islami demi kemajuan umat.

H. Kusnadi adalah teladan nyata seorang dokter yang memadukan profesionalitas, keikhlasan, dan perjuangan organisasi. Warisan gagasannya tidak hanya tercatat sebagai sejarah, melainkan hidup dalam setiap pelayanan yang terus berlangsung di RSIJ dan amal usaha kesehatan Muhammadiyah lainnya hingga hari ini. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu