Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Madiun berencana menyusun buku sejarah perjalanan Persyarikatan di Kampung Pesilat tersebut.
Sebagai langkah awal, PDM Kabupaten Madiun mengundang tim penulis buku “Sang Surya di Jawa Dwipa: Jejak Kiai Dahlan di Jawa Timur” yang diwakili oleh Azrohal Hasan untuk menghadiri Briefing Penulisan Sejarah Kabupaten Madiun yang digelar di Kampus 2 SMK Muhammadiyah 3 Dolopo.
Dalam kegiatan yang digelar Sabtu (16/8/2025) tersebut, Azrohal menerangkan tata cara dan langkah yang perlu disiapkan untuk menulis sebuah karya sejarah.
“Yang perlu dilakukan pertama kali adalah menyiapkan tema atau topik yang akan ditulis. Karena tema yang kita pilih nanti berpengaruh terhadap sumber-sumber yang akan kita cari dan tulisan yang akan kita buat,” terangnya.
Namun, sambungnya, perlu dicatat untuk menulis sejarah Persyarikatan, terkadang sumber kita terbatas. Hal ini karena minimnya pengelolaan arsip yang sesuai prosedur di tingkat cabang dan ranting.
“Jika menemukan hal seperti itu, tak jarang kita harus kumpulkan semua sumbernya, baru kita tentukan topik apa yang mau kita bahas,” lanjut Azrohal.
Dalam sesi diskusi, pihak PDM Kabupaten Madiun dan Azrohal yang juga merupakan anggota Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur menentukan topik buku yang akan ditulis.
“Insya Allah kami ingin menuliskan sejarah berdirinya PDM Kabupaten Madiun, karena sebelumnya kami menyatu dengan PDM Kota Madiun. Baru pada tahun 2004, kepengurusannya dipisah antara kota dan kabupaten,” terang Ketua PDM Kabupaten Madiun, Dr. KH. Agus Tricahyo MA.
Agus juga menyampaikan bahwa ia ingin semua PCM, PRM, maupun Ortom yang ada di Kabupaten Madiun bisa terwadahi dengan baik.
“Kami berharap buku ini bisa mengangkat narasi tokoh-tokoh kami dari kecamatan maupun pedesaan di Kabupaten Madiun yang berkiprah di Persyarikatan,” ujar Agus.
Azrohal menuturkan bahwa pihaknya akan dengan senang hati menjadi pembina dan penasihat dalam proses penulisan buku ini.
“Kami siap untuk membersamai PDM Kabupaten Madiun dalam proses penyusunan buku. Baik dari penelusuran sumber sampai penulisannya,” ungkap Azrohal.
Dia berpesan kepada PDM Kabupaten Madiun untuk segera membentuk tim penulisan buku sejarah.
“Tim penulis harus segera dibentuk, namun jangan terlalu banyak orang karena bisa berpengaruh terhadap koordinasi. Yang terpenting adalah ada pihak yang siap terjun ke lapangan untuk mencari sumber dan ada pihak yang siap mengolah sumber tersebut menjadi sebuah tulisan,” jelas Redaktur Pelaksana PWMU.CO tersebut.
Di akhir sesi, Ketua PDM Kabupaten Madiun, Agus Tricahyo menyampaikan rasa terima kasih kepada MPID PWM Jatim yang sudah siap membantu dalam proses penulisan buku ini.
“Kami berharap buku ini bisa segera terbit dan menguatkan narasi terkait kiprah Persyarikatan di Kabupaten Madiun,” tutupnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments