Menjelang pelaksanaan Kegiatan Tengah Semester (KTS) 1 SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya, panitia mengimbau para siswa untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin, terutama terkait barang bawaan dan bekal. Hal tersebut diumumkan pada Rabu (8/10/2025).
Setelah melaksanakan salat Zuhur berjamaah di Masjid Suhada’ yang terletak di Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Wonokromo Surabaya, para siswa diminta untuk tidak langsung pulang. Mereka terlebih dahulu mendapatkan pengarahan mengenai persiapan KTS 1 yang akan digelar pada Kamis (9/10/2025).
Imam salat Zuhur, Moch. Al Amin, S.H.I., mengimbau para siswa untuk tetap berada di masjid setelah salat berjamaah karena akan ada pengumuman penting. Imbauan tersebut sempat menimbulkan rasa penasaran di kalangan siswa.
Salah satu siswa bertanya tentang isi pengumuman tersebut, namun guru Pendidikan Agama Islam hanya menjawab singkat bahwa mereka akan segera mengetahuinya.
Usai salat berjamaah, berdzikir, dan melaksanakan salat sunnah ba’diyah, para siswa biasanya melepas penat dengan beristirahat. Namun, kali ini mereka diminta untuk bersabar karena akan mendapatkan pembekalan KTS 1 dari panitia.
Ketua Panitia kegiatan, Nurun Naharo, S.Ag., M.Pd.I., mengingatkan para siswa agar kegiatan KTS dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.
Selanjutnya, ia menyampaikan daftar perlengkapan yang harus dipersiapkan oleh siswa untuk kegiatan KTS 1. Beberapa di antaranya meliputi alat salat, obat-obatan pribadi, uang saku secukupnya, dan satu setel pakaian ganti.
“Baju ganti cukup satu pasang saja, jangan banyak-banyak supaya tidak memberatkan diri sendiri,” imbuhnya. Ia juga mengingatkan agar seluruh perlengkapan diberi tanda nama dan kelas masing-masing siswa untuk menghindari tertukar.
Dalam kesempatan itu, salah seorang siswa menanyakan apakah diperbolehkan membawa telepon genggam. Menanggapi hal tersebut, Nurun menegaskan bahwa panitia tidak bertanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan HP sehingga disarankan agar siswa tidak membawanya.
Ia menambahkan bahwa dokumentasi kegiatan telah disiapkan oleh panitia dan nantinya akan dibagikan melalui grup WhatsApp kelas.
Beberapa peserta putri kemudian menanyakan apakah orang tua diperbolehkan ikut dalam kegiatan tersebut.
Nurun menjelaskan bahwa orang tua diperbolehkan ikut, tetapi tidak diperkenankan membersamai anak-anak karena para peserta dilatih untuk mandiri.
“Orang tua boleh ikut, tetapi tidak diperkenankan membersamai karena kalian di sana dilatih untuk mandiri,” jelasnya.
Menanggapi pertanyaan dari beberapa wali murid dan peserta mengenai konsumsi, panitia memberikan penjelasan bahwa segala kebutuhan telah dipersiapkan dengan baik.
“Tidak perlu khawatir, makan siang untuk para peserta sudah kami siapkan,” tegas seksi konsumsi, Ninik Nur Farida, S.Pd.
Setelah dianggap cukup, pengarahan pun ditutup dan para siswa dipersilakan untuk beristirahat sebelum melanjutkan aktivitas berikutnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments