
PWMU.CO -KBIH Aisyiyah Kota Probolinggo menggelar silaturrahim dengan alumni, calon haji tahun 2020, jajaran PDA dan PDM bertempat di Gedung Nyai Walidah, Ahad (8/09/19). Hadir sebanyak 75 undangan mengikuti acara dimulai pukul 08.00.
Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Probolinggo Romiyati dalam sambutannya menyampaikan, KBIH ini masih sangat belia. Baru berdiri tahun 2016.
”Tujuan acara ini pertanda dimulainya kembali bimbingan manasik haji juga bersilaturrahim saling memberikan motivasi guna memperkuat calon jamaah haji yang akan datang dengan memberikan pengetahuan haji dan umroh,” ujarnya.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) H. Masfu’, mengatakan, ibadah haji suatu ibadah yang tidak mudah. Kalau diperhatikan ada orang yang punya kemampuan tetapi belum punya kemauan.
Sebaliknya ada orang yang punya kemauan tetapi tidak punya kemampuan. Maka ibadah haji bisa terlaksana apabila ada kemauan dan kemampuan yang cukup.
”Setidaknya ada tiga hal yang harus dicamkan dalam melaksanakan ibadah haji. Pertama, semata-mata karena Allah SWT, ibadah haji itu rentan sekali dengan riya,” katanya.
Kedua, mencontoh cara haji Rasulullah tanpa ada pengurangan dan penambahan. ”Sudah mulai ada tren untuk meminimalisir ibadah haji. Padahal Rasulullah bersabda, khudzu anni manasikakum. Artinya, berhajilah sesuai dengan yang aku sunnahkan,” tuturnya.
Ketiga, keteguhan dan kemandirian. Seorang jamaah haji harus teguh pada pendirian dengan ilmu yang telah didapat. Tidak mudah terpengaruh dengan situasi yang ada dan tidak tergantung pada orang lain dalam melaksanakan serangkaian kegiatan ibadah haji. Mulai dari bacaan sampai pada urutan-urutannya. (*)
Penulis Hanafi Editor Sugeng Purwanto





0 Tanggapan
Empty Comments