Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Jokowi Divaksin atau di Vaksin?

Iklan Landscape Smamda
Jokowi Divaksin atau di Vaksin?
pwmu.co -
Jokowi Divaksin atau di Vaksin? Presiden Joko Widodo saat mendapat suntikan vaksin Covid-19 oleh Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Dr Abdul Muthalib di Istana Kepresidenan pada Rabu (13/1/2021). (Foto Istana Presiden/Agus Suparto)

PWMU.COJokowi Divaksin atau di Vaksin? Tagar #JokowiDiVaksin jadi trending topik di Twiter saat Presiden Joko Widodo alias Jokowi menjadi orang pertama di Indonesia yang disuntik vaksin Covid-19 produksi Sinovac dari Cina, Rabu (13/1/2021) pagi.

Jika melihat tampilannya, tagar itu terdiri dari tiga unsur kata—sesuai penggalan kata yang ditandai huruf besar: ‘Jokowi’, ‘Di’, dan ‘Vaksin’. Maka kalau ditulis lengkap menjadi ‘Jokowi Di Vaksin’.

Penulisan ‘di vaksin’ tentu saja tidak benar. Sebab kata ‘di’ yang terpisah dengan kata sesudahnya merupakan kata depan (preposisi), yang menunjukkan tempat. Padahal vaksin bukanlah nama sebuah tempat. Vaksin adalah kata benda.

Jadi, seharusnya yang benar adalah ‘Jokowi Divaksin’ (dalam judul) atau ‘Jokowi divaksin’ (dalam isi). Sebab ‘di’ di sini merupakan kata imbuhan yang jika dilekatkan pada kata ‘vaksin’ akan menjadi kata kerja pasif.

‘Jokowi divaksin’ artinya ada tindakan perbuatan vaksinasi pada Jokowi. Sangat berbeda artinya jika ditulis ‘Jokowi di Vaksin’ yang bermakna: Jokowi sedang berada di suatu tempat bernama Vaksin—anggaplah nama sebuah kota atau negara. Tapi kan tidak ada tempat bernama Vaksin, kecuali setelah ini kita ada-adakan.

Sama seperti kata ‘suntik’. Yang benar itu ditulis ‘disuntik’ atau di suntik; ‘disayang’ atau ‘di sayang’; ‘di sekitar’ atau disekitar?

Pemenggalan dalam penulisan kata depan ‘di’, ‘ke’, atau ‘dari’ sebenarnya adalah pelajaran sekolah dasar. Namun sampai tua, kini, kita masih sering menukar penulisannya.

Mungkin kita lupa, tak hirau, atau menganggap tak penting. Atau jangan-jangan kita belum lulus soal itu sehingga tidak bisa membedakan kata depan dengan imbuan. Mungkin saat SD pas pelajaran itu kita mbolos!

Jika begitu maka contoh-contoh penulisan yang benar tentang kata depan dan imbuan dari PUEBI Daring ini bisa dipelajari:

  • Di mana dia sekarang?
  • Kain itu disimpan di dalam lemari.
  • Dia ikut terjun ke tengah kancah perjuangan.
  • Mari kita berangkat ke kantor.
  • Saya pergi ke sana mencarinya.
  • Ia berasal dari Pulau Penyengat.
  • Cincin itu terbuat dari emas.

Penulisan Kata Depan

Yang juga sering salah adalah penulisan kata depan dalam judul tulisan. Teorinya: semua kata depan ditulis dengan awalan huruf kecil. Sedangkan imbuhan ditulis dengan huruf kapital. Seperti berikut ini:

  • Jokowi Divaksin di Istana Kepresidenan
  • Setelah Divaksin, Jokowi Berkunjung ke Papua
  • Vaksin yang Disuntikkan ke Jokowi Berasal dari Cina

Mengapa hal-hal seperti ini penting dibahas? Sebab bahasa itu rasa dan menunjukkan bangsa. Sekaligus ini untuk meng-clear-kan bahwa Jokowi divaksin. Bukan di Vaksin! #JokowiDivaksin (*)

Iklan Landscape UM SURABAYA

Penulis/Editor Mohammad Nurfatoni


Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu