Wood bukan tipe pemimpin yang senang bersembunyi di balik tumpukan laporan atau ruang rapat tertutup Silicon Valley. Ia adalah putra asli Oklahoma, lulusan ekonomi yang memulai karier di Google sebagai anak magang pemasaran produk pada tahun 2009.
Selama 16 tahun di sini, Wood belajar satu hal penting: teknologi tercanggih di dunia tidak akan berguna jika tertahan oleh rantai birokrasi dan ketakutan untuk mencoba.
Awal tahun 2025 adalah momen yang berat bagi kami. Google, si raja internet, terlihat rapuh. Saham kami anjlok hingga 18 persen pada kuartal pertama, dan dunia mulai meragukan apakah kami bisa mengejar ketertinggalan dari kompetitor seperti OpenAI.
Produk awal kami, Bard (yang kini menjadi Gemini), sempat tersandung masalah teknis dan kontroversi gambar yang tidak akurat. Saat itulah Google membuat keputusan besar: mereka menyerahkan kendali Gemini kepada Woodward pada April 2025.
Mengapa Wood? Karena Google sadar bahwa untuk memenangkan perlombaan AI, kita tidak butuh lebih banyak birokrat; kita butuh orang yang berani “membiarkan tim bekerja” (let them cook).
Filosofi Wood dalam memimpin Gemini dan Google Labs sangatlah sederhana: kembalikan kekuatan ke tangan pengguna.
Wood percaya bahwa tim kecil yang lincah, terdiri atas lima hingga tujuh orang yang termotivasi, dapat bergerak lebih cepat daripada organisasi raksasa mana pun.
Kami menerapkan model “band jazz” yang mampu berimprovisasi dan meluncurkan produk dari ide mentah hingga ke tangan pengguna hanya dalam waktu 50 hingga 100 hari.
Wood (Google) mengubah narasi kekalahan menjadi kebangkitan:
1. Menghancurkan “Red Tape” (Birokrasi): Wood menerapkan sistem bernama Block, di mana anggota tim bisa melaporkan hambatan administratif apa pun untuk langsung kami singkirkan.
Kami juga meluncurkan Papercuts, sebuah proses kilat untuk memperbaiki masalah-masalah kecil yang mengganggu kenyamanan pengguna secara instan. Jika ada yang menghalangi inovasi, kami buang.
2. Membangun Produk yang Benar-Benar Berguna: Kami berhenti terobsesi pada teori dan mulai fokus pada hasil nyata.
Kami meluncurkan NotebookLM, alat yang mengubah dokumen membosankan menjadi percakapan ala podcast yang sangat populer.
Lalu ada Nano Banana, fitur blender gambar yang begitu viral hingga infrastruktur kami hampir “meleleh” akibat ledakan jumlah pengguna.
3. Mendengarkan Pengguna: Wood tak jarang menjawab langsung keluhan pengguna di platform X dan Reddit. Bagi Wood, masukan langsung dari pengguna adalah kompas terbaik.
Komitmen inilah yang membuat pengguna aktif bulanan Gemini melonjak dari 350 juta menjadi 650 juta hanya dalam waktu singkat.
Hasilnya? Kepercayaan pasar kembali. Saham Alphabet melonjak 62% tahun ini, melampaui para pesaing besar lainnya.
Namun, ini bukan soal angka saham semata. Ini tentang mengembalikan Google menjadi asisten yang paling personal, proaktif, dan kuat bagi setiap orang.
Dengan peluncuran Gemini 3, kami membuktikan bahwa masa depan AI bukan lagi soal mengetik teks yang membosankan, melainkan tentang interaksi suara dan visual yang alami.
Kami sedang membangun masa depan di mana AI membantu guru membuat materi belajar yang adaptif atau membantu siapa pun menyelesaikan tugas kompleks hanya dengan satu instruksi.
Google memilih Wood bukan untuk menjadi bos yang kaku, melainkan penggerak yang mendobrak pintu-pintu birokrasi agar inovasi bisa mengalir deras kembali ke masyarakat.
Kita tidak akan menang hanya karena kita yang terbesar, tetapi karena kita adalah yang paling berani mencoba hal baru dan paling cepat mendengarkan keinginan pengguna.
Wood memahami cara ini: Google adalah sebuah kapal induk raksasa yang selama ini bergerak lamban karena terlalu banyak prosedur navigasi yang rumit.
Tugas Wood bukan mengganti mesin kapal, melainkan menurunkan sekoci-sekoci cepat (tim kecil yang lincah) yang mampu bermanuver di celah-celah sempit, menemukan jalur baru lebih cepat, dan akhirnya memandu seluruh kapal induk keluar dari badai menuju perairan yang jauh lebih jernih dan terbuka. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments