PWMU.CO – Hampir semua Pimpinan Ranting Aisyiyah yang ada di Pimpinan Cabang Aisyiyah Sidoarjo mempunyai program Jum at berkah di lingkungan masing-masing. Semua tersesuaikan dengan kondisi dan keadaan yang ada di rantingnya.
Ranting Gebang yang berada di wilayah paling timur Sidoarjo mempunyai program Nasi Dhuafa. Dananya berasal dari infak ibu-ibu pimpinan dan simpatisan yang terkumpul setiap kamis.
Adapun yang memasak untuk program ini berlangsung secara bergantian. Nasi dhuafa tersebut termasak seharga 6000 rupiah, namun terjual dengan harga 3000 rupiah.
Mengapa tidak Gratis?
Selain itu, nasi tersebut juga terjual khusus untuk murid-murid yang ada di SD Gebang. Sebuah sekolah negeri yang mayoritas muridnya berada di bawah rata-rata tingkat ekonominya.
Setiap hari Jum at pagi murid-murid menunggu kedatangan ibu-ibu dari Aisyiyah Gebang yang membawa nasi bungkus. Karena anak-anak di sekolah tersebut jarang atau bahkan hampir tidak pernah makan pagi. Padahal asupan makan pagi sangat anak-anak butuhkan untuk mengikuti pelajaran.
Mengapa nasi tersebut dijual? Tidak diberikan secara gratis. “Agar anak-anak mempunyai harga diri dan mendidik murid-murid untuk belajar tanggung jawab serta untuk modal awal memasak” demikian penjelasan dari salah satu pimpinan Ranting.
Walaupun sebenarnya ketika ada seorang anak yang hendak membeli, dan hanya mempunyai uang 1000 rupiah, ia tetap boleh membayar sejumlah uang yang ia punya.
Bahkan ketika ia mendekat dengan wajah takut karena tidak mempunyai uang sepeserpun, nasi tersebut akan diberikan secara gratis.
Salah satu guru yang mengajar di SD Gebang, Munawaroh SPd, bahkan meminta kepada Pimpinan Ranting Aisyiyah Gebang agar tidak menghentikan program Nasi dhuafa yang sudah berjalan hampir 5 tahun.
Hal tersebut lantaran begitu tingginya kebutuhan murid-murid akan nasi tersebut. Ucapan terima kasih sering beliau ungkapkan mewakili sekolah.
Program nasi dhuafa menjadi bukti suatu gerakan kecil membawa dampak besar. Melalui langkah sederhana, Aisyiyah Ranting Gebang turut mencerdaskan kehidupan bangsa bermula dari perut anak-anak yang tak lagi kosong saat belajar.
Dengan semangat Jumat Berkah, Aisyiyah terus menebar manfaat. Semoga inisiatif serupa menginspirasi ranting-ranting lain untuk menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.






0 Tanggapan
Empty Comments