Satu bulan berlalu, kegiatan Jumat Berkah Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PRIPM) SMA Muhammadiyah 5 (Smala) Dukun bidang Kajian Dakwah Islam (KDI) berbuah manis.
Pada Jumat (30/1/2026), Para pengurus PRIPM Smala berbagi snack box di area Pasar Dukun.
Hasil infaq diperoleh dari seluruh pihak di dalam lingkungan sekolah yang meliputi guru, karyawan, dan juga siswa dari kelas X hingga kelas XII. Dari infaq tersebut, terkumpul dana sebesar Rp487.000.
Program Perdana IPM Smala
Ketua PR IPM Smala, Hanita Eka Azkiyah menyampaikan bahwa program Jumat berkah ini adalah program perdana yang dilakukan oleh PR IPM Smala.
“Jumat berkah ini adalah program kerja yang benar-benar masih baru karena di periode-periode sebelumnya, PRIPM Smala belum pernah melaksanakan program ini” tuturnya.
“Mungkin program ini terkesan sudah biasa karena di luar sana banyak pihak yang sudah menjalankan yang namanya Jumat berkah. Tapi, bagi kami ini spesial, anggaran yang kami belanjakan untuk kegiatan bagi-bagi makanan ini adalah hasil dari infaq teman-teman dan bapak/ibu guru semua” ungkap Hanita.
Berbagi dengan Tukang Parkir hingga PKL
Selain Hanita, Feby Yulia Rahma, murid kelas XI-2 yang merupakan ketua bidang KDI mengungkapkan rasa haru bisa berbagi kepada sesama.
“Target berbagi kita itu tukang parkir, tukang becak, sama beberapa pendagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan. Hari ini kita membawa 20 kotak snack, Alhamdulillah pihak-pihak yang menerima memberikan respon yang baik” tegas Feby.
“Saya terharu melihat senyum mereka, walaupun hanya sedikit yang bisa kami bagikan, kami senang karena di hari Jumat yang mulia ini. Kami bisa berbuat kebaikan untuk sesama” ungkap Feby sembari tersenyum.
“Kami berencana program ini akan tetap berlanjut ke depannya, hingga periode kepengurusan kami berakhir. Dan kami berharap di periode selanjutnya, program ini pun akan tetap terlaksana” lanjut Feby.
Sebagai penutup, Wakil Kepala bidang kesiswaan yang menaungi kegiatan IPM di Smala, Imam Rosyadi SPd, menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang baik. Khususnya antara guru, siswa, dan juga karyawan Smala.
Berkat sedikit rezeki yang dikumpulkan selama satu bulan ternyata membawa hal-hal positif yang didapatkan.
Istilah berbagi tidak harus menunggu kaya adalah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan solidaritas warga Smala dalam berbuat baik kepada sesama.





0 Tanggapan
Empty Comments