SMP Muhammadiyah 5 Bungah (SMP Mulia) menjadi tuan rumah penjurian dalam Lomba Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS) yang dilaksanakan pada hari Kamis (21/8/2025).
Kedatangan dua juri LLSMS di SMP Mulia disambut dengan meriah dan penuh kehangatan. Dua juri tersebut adalah Naf’an Abu Mansur selaku Majelis Dikdasmen PNF PDM Gresik, dan Mochammad Nor Qomari, anggota Majelis Lingkungan Hidup PDM Gresik.
Penyambutan yang sangat meriah disajikan oleh siswa-siswi SMP Mulia, mulai dari Drumband Gita Baskara Mulia yang berbaris rapi menanti kedatangan juri lomba, setelah itu juri dan seluruh warga sekolah melakukan senam Anak Indonesia Hebat yang dipandu oleh Amalia Rizka Sari, Syifa’ Itsna Hasanah, Putri Ulfia Dwi Yanti, Sana Ardilla, dan Anugerah Nilam Anggraini, siswi kelas VIII SMP Mulia yang begitu eloknya gerakan demi gerakan yang ditampilkan.
Tidak kalah meriahnya yang disampaikan oleh Kepala SMP Mulia, Muhammad Emil Walid. “Saya sangat berterima kasih dengan adanya lomba lingkungan ini, kami sangat termotivasi untuk berbenah karena manfaatnya sangat besar, diantaranya lingkungan kita menjadi bersih, asri dan ramah untuk anak,” ujarnya.
Mochammad Nor Qomari menjelaskan apa saja hal yang dilakukan untuk meminimalisir penggunaan sampah yang berlebihan, dan apa saja hal yang bisa kita lakukan untuk mengolah sampah plastik yang berada di sekitar kita.
“Langkah kita untuk mengurangi sampah adalah dengan cara bagaimana kita memperlakukan sampah yang kita punya, apakah diolah atau dibiarkan begitu saja,” tuturnya.
Tim juri mulai mengitari setiap sisi sekolah, dari bagian ruang kelas, kantin, toilet, perpustakaan,hingga ruang administrasi. Di saat sedang adanya survei lingkungan, Mochammad Nor Qomari menyampaikan pesannya.
“Terus jaga lingkungan, jangan sampai rusak atau merusaknya. Dari langkah kecil itu, bisa memberikan dampak yang besar bagi lingkungan sekolah ataupun lingkungan sekitar,” pesannya.
Di tengah-tengah penilaian, siswa-siswi SMP Mulia melakukan pembelajaran lintas mapel yang bertemakan sampahku tanggung jawabku. Dalam pembelajaran tersebut memanfaatkan sampah plastik menjadi eco bric.
Antusias siswa-siswi dalam memotong dan memasukkan ke dalam botol sangatlah bersemangat. Sejalan yang disampaikan dengan Junainah selaku guru IPA.
“Dalam kegiatan pembelajaran ini anak-anak sangat antusias untuk mengikuti langkah demi langkah agar sampah ini menghasilkan barang yang lebih bermanfaat,” ujarnya.
Selain memberikan penilaian, gerakan untuk mencintai lingkungan terus berkumandang dari tim juri yang disampaikan kepada siswa-siswi SMP Mulia.
Gerakan tersebut meliputi membawa kotak makan dan tumbler sendiri dari rumah. Gerakan ini harus didukung oleh seluruh warga sekolah sehingga akan menciptakan lingkungan yang asri, bersih, dan sehat.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments