
Sinergi Antarmajelis
Selain teknik mendekat kepada konsumen, Ari juga menegaskan Logmart GKB juga selalu menyinergikan baik majelis maupun seluruh amal usahanya sebagai strategi internal.
Salah satu contoh nyata sinergi antara Majelis Ekonomi dan Majelis Dikdasmen adalah dengan selalu mengenalkan produk-produk LOG-Mart kepada guru, siswa, dan wali siswa dari sekolah-sekolah Muhammadiyah GKB.
Di samping strategi internal, LOG-Mart GKB juga melakukan beberapa strategi eksternal seperti, tokonya milik jamaah, isinya milik persyarikatan. “Tinggal bagaimana pengaturan perjanjiannya,” ujarnya.
GKB juga selalu menjalin komunikasi dengan LOG-Mart pusat tentang bagaimana memperkuat sistem, marketing, dan suplier.
Tidak hanya software, LOG-Mart GKB juga terus membenahi kebutuhan hardwareseperti pengurusan perizinan usaha, perpajakan. “Supaya menjadi legal.Alhamdulilah di LOG-Mart GKB 1 sudah mengantongi izin usaha dan izin reklame,” terang Ari.
Strategi selanjutnya adalah briefing awal kepada seluruh karyawan. Laporan harian tidak boleh telat meskipun satu hari. “Toko tutup, langsung bikin laporan, dan rata-rata pukul 21.40 sudah mulai membuat laporan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, mau besar atau tidak tergantung pemilik. Untuk menjadi besar hal pertama yang harus dilakukan adalah membesarkannya dari dalam. Hal ini biasa disebut dengan captive market, yakni memaksimalkan sinergi antarmajelis untuk membesarkannya.
Strategi Memilih Vendor
Strategi memilih vendor juga tidak boleh dilewatkan. Menurut Ari, pemilihan vendor yang kompetitif adalah langkah tepat untuk menaikkan margin tanpa meninggalkan kualitas dari produk tersebut.
“Untuk bersaing dengan kompetitor, kita tidak boleh meninggalkan strategi learning by doing. Maksudnya mempelajari kompetitor, teknik pemasarannya, penataan produk, dan waktu-waktu penting untuk melakukan promosi,” ujarnya.
Strategi yang tidak kalah penting lainnya adalah bersinergi dengan amal usaha sejenis di luar PCM GKB. Tujuannya untuk sharing buying. Kalau jumlah kulakannya banyak maka harganya lebih murah.
Di akhir pemaparannya, Ari memberikan saran kepada Surya Mart untuk memaksimalkan captive market yang ada di Golokan.
“Kalau setiap rumah diwajibkan belanja minimal Rp 50 ribu saja, maka tinggal dikalikan omset bulanan yang bisa didapat,” ujarnya sambil tertawa. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni






0 Tanggapan
Empty Comments