Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

K.H. Sa’dullah, Perintis Dakwah Muhammadiyah di Pesisir Lamongan

Iklan Landscape Smamda
K.H. Sa’dullah, Perintis Dakwah Muhammadiyah di Pesisir Lamongan
K.H. Sa’dullah, Perintis Dakwah Muhammadiyah di Pesisir Lamongan. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Nama K.H. Sa’dullah tercatat sebagai salah satu tokoh perintis gerakan Muhammadiyah di wilayah pesisir Lamongan pada masa awal perkembangan persyarikatan.

Melalui pendekatan dakwah yang lembut sekaligus tegas dalam prinsip, ia menjadi figur yang berperan besar dalam mengenalkan gagasan tajdid (pembaharuan) kepada masyarakat desa-desa pesisir yang kala itu masih kuat dengan tradisi keagamaan lokal.

Informasi sejarah ini disampaikan oleh beberapa anggota keluarga dan sesepuh Muhammadiyah setempat yang mengenang kembali peran Sa’dullah dalam membangun fondasi dakwah di Lamongan bagian utara.

Menurut penuturan keluarga, Sa’dullah memulai dakwahnya sekitar tahun 1930-an dengan metode mendatangi rumah-rumah warga, berdiskusi dengan masyarakat, dan mengajarkan ajaran Islam secara perlahan. Ia dikenal memiliki kemampuan komunikasi yang baik, sehingga mudah diterima berbagai kalangan.

“Beliau itu tidak pernah memaksa. Dawuhnya halus, tapi isinya tegas. Itu yang membuat masyarakat mau mendengar,” ujar salah satu anggota keluarga yang masih hidup.

Pendekatan personal inilah yang kemudian membuat gagasan Muhammadiyah secara bertahap mulai dipahami dan diterima. Masyarakat pesisir yang awalnya belum mengenal Muhammadiyah, perlahan ikut hadir dalam pengajian yang dipimpin Sa’dullah.

Menghadapi Tantangan Sosial Keagamaan
Pada masa itu, dakwah pembaruan bukan perkara mudah. Kebiasaan keagamaan tradisional masih sangat kuat, sementara pemikiran pembaruan sering dianggap berbeda bahkan mengganggu tatanan yang sudah ada. Sa’dullah harus menghadapi resistensi di beberapa tempat. Namun keteguhan dan strategi dakwahnya membuat hambatan itu dapat dilalui.

“Sa’dullah dipandang berani menyampaikan dalil-dalil meski belum banyak yang setuju. Tapi masyarakat akhirnya bisa memahami maksudnya,” ungkap salah satu tokoh setempat.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Kekuatan utamanya terletak pada konsistensi: menyampaikan ajaran secara rasional, menghindari praktik khurafat, dan mengajak masyarakat kembali pada pemahaman Islam yang murni.

Membangun Pondasi Dakwah yang Berkelanjutan
Tokoh ini tidak hanya berdakwah melalui ceramah, tetapi juga terjun langsung dalam kegiatan sosial—mengajar anak-anak mengaji, membina jamaah, hingga terlibat dalam pendirian ranting dan cabang Muhammadiyah di wilayah pesisir. Langkahnya menjadi pintu pembentuk jejaring dakwah persyarikatan yang kemudian berkembang lebih luas.

Beberapa amal usaha dan kegiatan keagamaan Muhammadiyah di Pantura Lamongan yang berdiri pada periode setelahnya diyakini merupakan kelanjutan dari dasar yang pernah dibangun Sa’dullah.

Keteladanan Sa’dullah menjadi pelajaran penting bagi generasi dakwah masa kini. Di tengah masyarakat modern yang penuh tantangan informasi, pendekatan dialogis dan edukatif ala Sa’dullah dinilai masih sangat relevan.
Tokoh ini menunjukkan bahwa dakwah bukan hanya tentang berbicara, tetapi menanam kesadaran melalui keteladanan, kesabaran, dan kemampuan membaca kondisi masyarakat.

Hingga kini, nama Sa’dullah masih dikenang oleh keluarga dan warga Muhammadiyah Lamongan. Jejak dakwahnya menjadi bagian sejarah tak terpisahkan dari perjalanan persyarikatan di wilayah pesisir.
Bagi warga Muhammadiyah, mengenang Sa’dullah berarti mengingat kembali nilai perjuangan dakwah yang tulus, cerdas, dan penuh keikhlasan—nilai yang diharapkan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu