Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kader Hizbul Wathan Menyambut 80 Tahun Indonesia Merdeka

Iklan Landscape Smamda
Kader Hizbul Wathan Menyambut 80 Tahun Indonesia Merdeka
Fathurrahim Syuhadi
pwmu.co -

Tahun 2025 ini, bangsa Indonesia memasuki usia ke-80 tahun kemerdekaannya. Usia yang panjang untuk sebuah bangsa yang lahir dari perjuangan, darah, dan air mata para pahlawan.

Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukanlah hadiah. Melainkan hasil jerih payah, pengorbanan, dan tekad kuat para pejuang yang mengusir penjajah demi satu cita-cita luhur: Indonesia merdeka, berdaulat, adil, dan sejahtera.

Sebagai kader Hizbul Wathan Jawa Timur, kita memiliki tanggung jawab ganda dalam menyambut 80 tahun Indonesia merdeka. Pertama, menjaga semangat nasionalisme dengan tetap memelihara cinta tanah air. Kedua, berkomitmen melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Rasulullah Saw bersabda “Seutama-utama jihad adalah berkata benar di hadapan penguasa yang zalim.” (HR. Abu Dawud).

Hadis ini mengajarkan bahwa perjuangan di era kemerdekaan bukan lagi mengangkat senjata. Tetapi mengisi kehidupan dengan keberanian moral, kejujuran, dan amal saleh yang membawa manfaat bagi banyak orang.

Dalam al-Qur’an Allah Swt juga menegaskan pentingnya persatuan untuk menjaga kekuatan umat “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai...” (QS. Ali Imran: 103).

Ayat ini menjadi dasar bahwa menjaga persatuan adalah bagian dari iman dan kewajiban kita sebagai warga negara sekaligus umat beragama.

Hubbul wathan minal iman – Cinta tanah air adalah bagian dari iman.” Kalimat ini terus menggema sebagai spirit kebangsaan, menegaskan bahwa mencintai tanah air adalah bagian dari ibadah.

Iklan Landscape UM SURABAYA

KH. Ahmad Dahlan menekankan pentingnya pendidikan dan amal sosial sebagai wujud perjuangan nyata. Beliau berpesan agar umat Islam tidak hanya sibuk beribadah secara ritual, tetapi juga menghadirkan Islam dalam kerja nyata yakni mendidik anak-anak, menolong fakir miskin, memberantas kebodohan, dan memperjuangkan keadilan sosial.

Sebagai kader Hizbul Wathan, amanah ini selaras dengan semboyan “Siap Memimpin dan Siap Menginspirasi.” Kita harus menjadi kader yang tidak hanya bangga dengan seragam HW, tetapi benar-benar hadir di masyarakat dengan karya nyata. Baik melalui dunia pendidikan, dakwah, kepemudaan, maupun pengabdian sosial, semua adalah jalan jihad di era kemerdekaan.

Delapan puluh tahun merdeka adalah anugerah besar, namun juga amanah yang harus kita isi. Allah Swt berfirman “Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan (fastabiqul khairat).” (QS. Al-Baqarah: 148).

Fastabiqul khairat berarti kita sebagai kader HW dituntut untuk menjadi yang terdepan dalam amal saleh, memberi manfaat, dan menjadi teladan di tengah masyarakat. Inilah cara kita melanjutkan perjuangan para pahlawan : dengan ilmu, akhlak, dan kontribusi nyata.

Mari kita sambut 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia dengan tekad kuat sebagai kader Hizbul Wathan Jawa Timur : menjaga semangat nasionalisme, memperkokoh persatuan, dan terus berkarya untuk agama, bangsa, dan negara.

Merdeka bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi juga keberanian untuk berdiri di atas kaki sendiri, beriman, berilmu, dan beramal. Dirgahayu Indonesia ke-80! (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu