Isni Lailatul Maghfiroh, S.Kep., Ns., M.Kep., salah satu kader utusan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan dinobatkan sebagai peserta terbaik dalam Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) III yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur.
Kegiatan ini berlangsung di SD Muhammadiyah 4 Pucang (Mudipat) Surabaya pada Jumat–Ahad (26–28/12/2025).
Capaian tersebut diraih Isni di tengah tanggung jawabnya sebagai seorang ibu. Selama mengikuti kegiatan intensif DANA III, ia harus meninggalkan dua anaknya di rumah, yaitu seorang putra kelas I Madrasah Ibtidaiyah dan seorang putri yang masih duduk di kelas TK A.
Isni mengaku bahwa pada DANA III ini mendapatkan banyak sekali pengetahuan terutama terkait feminisme dan inklusivitas dalam gerakan Nasyiatul Aisyiyah.
“Saya juga mendapatkan pengalaman penting saat melakukan analisis sosial untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi pada perempuan yang termarjinalkan,” ujarnya.
Menurutnya, setelah kegiatan ini selesai, PDNA mempunyai tanggung jawab besar untuk membuat program yang berbasis kebutuhan berdasalkan hasil dari riset dan evaluasi prioritas masalah yang muncul.
“Jadi, program kerja yang disusun bukan hanya berdasarkan rutinitas atau keinginan pimpinan saja. Harapan saya, ilmu yang sudah didapat dari acara ini dapat membawa perbaikan untuk PDNA Lamongan, sekaligus PCNA dan PRNA se-Lamongan ke depannya,” pungkasnya.
Rekan pelatihan, Siti Ma’rifatul Laelah, menilai Isni sebagai peserta yang sangat aktif dan interaktif. Dalam hampir setiap sesi materi, Isni selalu melontarkan pertanyaan kritis serta tanggapan berbobot yang memperkaya diskusi.
DANA III sendiri dikenal sebagai kegiatan kaderisasi yang menuntut kesiapan fisik dan mental. Peserta biasanya tidur lewat tengah malam dan bangun sekitar pukul 03.00 dini hari untuk melaksanakan salat tahajud berjamaah.
“Kelompok yang dipimpin oleh Isni juga mendapatkan penghargaan sebagai kelompok terbaik ke-3 dari 6 kelompok,” tutupnya.


0 Tanggapan
Empty Comments