
PWMU.CO – Kader Muhammadiyah yang tergabung dalam Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur menjadikan musik tradisional Jidor Sendangagung sebagai ajang komunikasi lintas generasi.
Hal itu terjadi pada kegiatan gladen atau latihan Jidor Golden Star (jidor senior Sendangagung) yang digelar di rumah Gondo Waloyo Jalan Sutho Raya Gang H Toha 129 RT 06 RW 02 Sendangagung, dan kegiatan ini diikuti pula sebagian anggota PRPM Sendangagung, Kamis (1/5/2025).
Kegiatan gladen jidor ini diikuti oleh Ketua paguyuban Golden Star yang sekaligus Bendahara Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sendangagung, H Milkan Muin, Wakil Ketua PRPM Bidang Kaderisasi, Gondo Waloyo, dan nampak hadir pula Ketua PRM Sendangagung, Ahmad Muhtar MPd duduk membersamai di tengah-tengah kerumunan pemain jidor Golden Star ini.
Ketua PRPM Sendangagung, Farih Hamdan SPdI membenarkan adanya kegiatan jidor yang diikuti rekannya dari PRPM Sendangagung l, bahkan PRPM Sendangagung telah merintis berdirinya group jidor yang bernama Pemuda Bersinar.
“Kegiatan jidor yang terdiri dari senior dan yunior atau kalangan Pemuda Muhammadiyah dan seniman tua dari Golden Star menciptakan interaksi lintas generasi yang inten dan diharapkan para pemuda bisa sa berguru langsung dari suhunya,” ungkap Hamdan yang mengajar seni musik di SMPM 12 Sendangagung ini.
“Ada bahasa lembut di seni jidor ini, meskipun tidak semua seniman ini pelangsung amal usaha Muhammadiyah, tetapi ada titik temu untuk mengedepankan bahasa universal,” imbuh ayah dua anak ini.
Senior jidor Golden Star, H Milkan Muin menyambut hangat kehadiran pemuda Muhammadiyah di arena gladen jidor senior, dia berharap kegiatan ini dijadikan ajang komunikasi budaya lintas generasi.
“Kehadiran kawula muda atau kader Muhammadiyah di seni jidor adalah penting, guna menyelamatkan kepunahan seni musik tradisional khas Sendangagung yang terancam mati seiring dengan banyaknya pemusik ini yang udzur dan banyak yang telah berpulang,” tutur kakek 7 cucu ini.
“Semoga kawula muda Muhammadiyah yang digerakkan Ustadz Hamdan dan kawan-kawan ini istiqamah guna melestarikan kearifan lokal yang makin langka di tengah persaingan musik modern,” pungkas suami Sri Asian SPd ini. (*)
Penulis Gondo Waloyo Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan





0 Tanggapan
Empty Comments