Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kaji Hasil Praktikum Mahasiswa di Lembaga Sosial, Prodi Kesos UMMAD (UMJT) Gelar Seminar Hasil Praktikum

Iklan Landscape Smamda
Kaji Hasil Praktikum Mahasiswa di Lembaga Sosial, Prodi Kesos UMMAD (UMJT) Gelar Seminar Hasil Praktikum
pwmu.co -
Kesos UMMAD

PWMU.CO – Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (Kesos) UMMAD (UMJT) melaksanakan seminar praktikum mata kuliah Praktikum 1 yang diikuti mahasiswa semester 6.

Seminar praktikum pertama ini terhadiri Mahasiswa yang sebelumnya mengikuti praktikum di 3 lembaga sosial di Kota Madiun. Yaitu LKSA Muhammadiyah, Yayasan Bhakti Luhur Kota Madiun, serta UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya Madiun Dinas Sosial Jawa Timur.

Kaprodi Kesos UMMAD, Muh. Ni’am MKesos menyampaikan, pelaksanaan praktikum di 3 lembaga sosial tersebut berlangsung sekitar 2 bulan sejak awal April 2025.

Selain itu, kegiatan terdapat tiga kelompok mahasiswa yang mengikuti praktikum dengan masing-masing 1 pendamping internal dan pendamping lembaga sosial.

Menurut Muh.Ni’am, seminar praktikum ini terhelat untuk mengetahui hasil pelaksanaan mata kuliah Praktikum yang sudah mahasiswa lakukan.

Adapun penilaian praktikum berdasarkan laporan yang dibuat mahasiswa dua per dua mingguan selama mengikuti Praktikum 1. Serta laporan akhir saat mahasiswa mengikuti Seminar Hasil Praktikum.

Lembaga Sosial

Menurut Ni’am, fokus pelaksanaan mata kuliah Praktikum I adalah intervensi klien (penghuni panti) mahasiswa praktikum (praktikan) pada masing-masing lembaga sosial.

“LKSA Muhammadiyah itu lembaga sosial untuk yatim piatu, UPT Rehabsos (UPT RSBK Madiun) untuk kerawanan sosial dan Bakti Luhur untuk disabilitas” terang Ni’am.

Lebih lanjut, intervensi yang dilakukan saat praktikum, menurut Ni’am, terdiri 4 tahap dari 7 tahapan intervensi yang ada. Yaitu tahap engagement (keterlibatan), assessment (penilaian), perencanaan intervensi dan terminasi (pemutusan hubungan).

“Dalam praktiknya, 1 praktikan memegang 1 klien. Intervensi dilakukan secara mikro atau intervensi individu (klien), sifatnya memberikan rekomendasi pelaksanaan program kepada lembaga” lanjut Ni’am.

Temuan Masalah

Ni’am menerangkan, dalam Seminar Hasil Praktikum ini, dapat diketahui persoalan yang dihadapi praktikan berbeda dari lembaga sosial satu dengan yang lain.

Masing masing kesulitan berbeda satu sama lain. Ada yang harus berhadapan dengan gelandangan dan pengemis yang kesulitan sosial ekonomi.

“Berhadapan dengan gepeng karena kesulitan ekonomi ini praktikan mengalami kesulitan berkomunikasi karena klien biasanya orang baru yang menutup diri” tambah Ni’am.

Tantangan kedua mengenai klien disabilitas ataupun klien yang memiliki kecenderungan kejiwaan. Di mana praktikan harus mampu mengajak klien melakukan aktifitas yang konsisten dilakukan.

“Hal ini jadi tantangan tersendiri, misalnya untuk klien yang autis intervensinya dilakukan dengan aktifitas yang berulang ulang. Misalnya cara menakai baju,” tegas Ni’am.

Sedang untuk masalah yang dihadapi di lembaga sosial yatim piatu lebih banyak kepada personal klien terkait kedisiplinan, ketertiban dan semacamnya.

“Kalau sudah lulus nanti, praktikum yang dilakukan paling tidak bisa menjadi pengalaman. Bisa terkonversi pada pekerjaan jadi praktisi pekerja sosial atau untuk syarat memperoleh sertifikasi profesi. Bahwa dia pernah menjalankan praktikum” pungkas Ni’am.

Penulis Humas UMMAD, Editor Danar Trivasya Fikri

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu