Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kajian Ahad Pagi Masjid Al-Ikhlas Muhammadiyah: Menakar Ulang Makna Kesuksesan

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Ustaz Dudung saat menyampaikan kajian Ahad pagi di Masjid Al-Ikhlas Muhammadiyah (Mbah Sum/PWMU.CO)

PWMU.COSuasana pagi di kawasan Karangtengah, Kota Blitar, Ahad (25/5/2025) terasa lebih semarak dari biasanya. Sejak pukul 07.00 WIB, para jamaah mulai berdatangan ke Masjid Al-Ikhlas Muhammadiyah yang berada di Jalan Gili Silat.

Kehadiran mereka bukan tanpa alasan. Hari itu, masjid menggelar kajian rutin Ahad pagi yang menghadirkan narasumber Ustaz Dudung Dumaidi SAg dengan tema menarik dan relevan, Meraih Sukses Dunia Akhirat.

Kajian dimulai tepat pukul 07.30 WIB dan dipandu oleh panitia dari takmir masjid. Setelah pembukaan dan sambutan singkat, Ustaz Dudung langsung memulai penyampaian materi. Dengan gaya khas yang komunikatif dan bahasa yang membumi, ia mengajak jamaah untuk bersama-sama mengevaluasi pandangan umum tentang arti kesuksesan.

Menurutnya, di era modern seperti sekarang ini, banyak orang terjebak pada paradigma materialistis. Sukses sering hanya diukur dari aspek duniawi seperti kekayaan, jabatan, atau popularitas.

Padahal, Islam mengajarkan bahwa sukses hakiki adalah ketika seorang muslim mampu menjalani hidup dengan nilai-nilai tauhid, menunaikan kewajiban duniawi, dan mempersiapkan bekal untuk akhirat.

“Kesuksesan dunia dan akhirat itu bukan dua hal yang harus dipilih salah satu. Keduanya bisa diraih sekaligus, asal kita tahu caranya. Islam memberikan panduan lengkap. Kita dituntut untuk bekerja, berusaha, belajar, dan membangun keluarga, tetapi semua itu harus dilandasi keimanan dan keikhlasan,” jelas Ustaz Dudung.

Ia menekankan pentingnya menata niat dan menjaga integritas dalam bekerja dan berusaha. Ia mengajak para jamaah untuk tidak hanya fokus mencari penghasilan, tapi juga memperhatikan dari mana rezeki itu didapat dan untuk apa ia digunakan.

Sebab, rezeki yang halal dan bermanfaat akan membawa keberkahan, sementara yang sebaliknya hanya akan menjadi beban di dunia dan hisab di akhirat.

Belajar dari Sahabat Nabi

Dalam sesi penyampaian, Ustaz Dudung juga membahas bagaimana Rasulullah SAW dan para sahabat menjadi contoh teladan dalam meraih keberhasilan dunia tanpa melalaikan tanggung jawab ukhrawi. Ia menyebut sosok Abdurrahman bin Auf sebagai salah satu figur sahabat Nabi yang sukses besar dalam perdagangan, namun tetap zuhud dan dermawan.

“Kita perlu belajar dari para sahabat. Mereka pedagang, pemimpin, petani, dan pejuang. Tapi orientasi hidup mereka tetap akhirat. Dunia mereka genggam, tapi akhirat tetap mereka tuju,” paparnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sepanjang kajian, suasana masjid terasa hidup. Jamaah terlihat aktif menyimak dan sesekali mencatat poin-poin penting yang disampaikan. Peserta kajian terdiri dari berbagai usia, mulai dari remaja, orang tua, hingga lansia. Beberapa hadir bersama keluarga, menjadikan kajian ini sebagai momen edukatif bersama di hari libur.

Tidak hanya membahas teori, Ustaz Dudung juga memberikan tips praktis bagaimana seorang muslim bisa menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat, seperti memulai hari dengan salat Subuh berjemaah, menjaga kejujuran dalam pekerjaan, membiasakan sedekah harian, serta mengatur waktu antara bekerja dan beribadah.

“Kesuksesan sejati bukan tentang siapa yang paling cepat kaya, tetapi siapa yang hidupnya paling banyak manfaat dan siap menghadapi kematian. Dunia itu sementara, akhirat itu tujuan,” tandasnya.

Kajian ini berlangsung hingga pukul 09.00 WIB dan ditutup dengan pengingat agar para jamaah terus memperbaiki diri dan menjadikan setiap aktivitas sebagai jalan menuju rida Allah.

Pihak takmir Masjid Al-Ikhlas menyampaikan apresiasi atas antusiasme jamaah dan berharap kegiatan ini terus menjadi agenda unggulan untuk membangun generasi muslim yang berilmu dan beramal.

Dengan tema yang relevan dan pendekatan yang inspiratif, kajian Ahad pagi kali ini tak hanya memperkaya wawasan keislaman, tetapi juga memberikan energi spiritual untuk menata kembali arah hidup. Menjadi sukses di dunia, tanpa melupakan akhirat—itulah pesan utama yang dibawa pulang para jamaah.

Penulis Mbah Sum Editor Zahra Putri Pratiwig

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu