
Wakil Ketua PDM Lamongan, Abdul Hakam Mubarok saat berceramah dalam Kajian Ahad Pagi PCM Gresik, Ahad (27/04/2025). (Abizar Purnama/PWMU.CO).
PWMU.CO – Semangat keislaman terus bergaung di Perguruan Muhammadiyah Kecamatan Gresik melalui kegiatan Kajian Ahad Pagi, Ahad (27/04/2025). Jamaah yang hadir mendapat nasihat agar meraih oleh-oleh bulan Ramadan.
Bertempat di Masjid Taqwa, Jalan KH Kholil No. 90 Gresik, Kajian Ahad Pagi oleh takmir Masjid Taqwa ini terhadiri oleh jajaran pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gresik.
Selain itu, hadir pula Ortom di Cabang Gresik, Guru dan Karyawan SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres), dan SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu).
Tidak ketinggalan, ada juga RS Muhammadiyah Gresik (RSMG), jamaah Muhammadiyah dari berbagai ranting, serta para simpatisan Muhammadiyah di wilayah Gresik.
Hadirkan Pengasuh Ponpes Karangasem Paciran
Acara resmi terbuka oleh Ketua PCM Gresik Drs Mochammad Sholichin MPd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih atas kehadiran para jamaah. Sholichin juga berharap para jamaah mendapatkan ilmu dan manfaat dari kajian Ahad pagi ini.
Dalam kesempatan tersebut, Drs Abdul Hakam Mubarok Lc MPd hadir sebagai narasumber utama dengan membawakan materi bertema Pentingnya Takwa dalam Kehidupan.
Dalam pemaparannya, Pak Barok, sapaan akrabnya, mengawali dengan pentingnya menjaga semangat kebaikan yang telah terbangun selama bulan Ramadan. Misalnya ibadah puasa, tahajud, bersedekah, dan membaca Al-Qur’an.
“Ramadan adalah momentum pembentukan karakter bertakwa. Lepas dari Ramadan, semangat itu harus tetap dilanjutkan dan bahkan ditingkatkan” pesan ulama yang menjadi pengasuh Pondok Pesantren Karangasem Paciran Lamongan ini.
Selanjutnya, Pak Barok mengulas bahwa tujuan utama ibadah puasa adalah untuk meningkatkan ketakwaan. Takwa, menurutnya, adalah fondasi utama dalam menjalani kehidupan seorang Muslim.
Ia mengutip kisah-kisah dalam Al-Qur’an seperti perjuangan Nabi Musa melawan kekuasaan Qarun dan Firaun. Serta keteguhan Nabi Ibrahim menghadapi Raja Namrud, sebagai contoh ketakwaan yang kokoh di tengah ujian berat.
Kata Takwa dalam Al-Quran
Lebih lanjut, Wakil ketua PDM Lamongan ini juga mengungkapkan bahwa kata ‘takwa’ disebutkan dalam Al-Qur’an sebanyak 242 kali, tersebar di 61 surah.
Kemudian sebanyak 108 kali disebutkan dalam 42 surah-surah Makkiyah, dan 134 kali dalam 19 surah-surah Madaniyah. Perbedaan jumlah ini menunjukkan bahwa pada masa di Makkah, dakwah Rasulullah SAW. berfokus pada pembinaan akidah.
Contohnya seperti makrifatul wujudillah (meyakini keberadaan Allah) dan makrifatul rububiyah (meyakini Allah sebagai Pengatur semesta). Juga, makrifatul uluhiyah (meyakini hanya Allah yang berhak disembah), serta makrifatu asmaillah (meyakini nama-nama dan sifat-sifat Allah).
Takwa dalam pengertian lebih mendalam, lanjutnya, mencakup dua rasa takut: khaufun (takut melanggar larangan Allah) dan khasy-yatun (takut sehingga taat menjalankan perintah Allah).
“Kedua bentuk rasa takut ini menjadi motivasi utama dalam hidup seorang Muslim untuk selalu berada dalam ketaatan kepada Allah Swt” ungkap Pak Barok.
Tidak lupa, Mantan Ketua PDM Lamongan ini juga menyampaikan beberapa janji Allah kepada orang-orang yang bertakwa.
Di antaranya adalah doa mereka terkabul, masalah-masalah hidup mereka akan Allah mudahkan jalan keluarnya, serta rezeki akan datang dari arah yang tidak tersangka-sangka.
“Takwa juga merupakan sikap hidup yang menjadikan Allah sebagai pusat segala aktivitas” tandasnya mengakhiri ceramah.(*)
Penulis Abizar Purnama, Editor Danar Trivasya Fikri






0 Tanggapan
Empty Comments