Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kajian Ahad Pagi PCM Plosoklaten Pekan Ketiga: Telisik Tujuh Pilar Kesejahteraan Umat dan Bangsa

Iklan Landscape Smamda
Kajian Ahad Pagi PCM Plosoklaten Pekan Ketiga: Telisik Tujuh Pilar Kesejahteraan Umat dan Bangsa
Suasana Kajian Ahad Pagi PCM Plosoklaten. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Suasana sejuk Ahad pagi (16/11/2025) kembali dipenuhi semangat menuntut ilmu dalam Kajian Ahad Pagi pekan ketiga yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Plosoklaten. Bertempat di area sebelah Masjid Haitsam Ibrahim Abdul Latif, kawasan Pondok Muhammadiyah Boarding School (MMBS) Kediri, kajian rutin ini dihadiri jamaah dari warga Muhammadiyah, santri, hingga masyarakat umum dari luar wilayah PCM, menunjukkan tingginya antusiasme terhadap kegiatan keislaman.

Acara yang dimulai pukul 07.15 WIB dibuka resmi oleh Ketua PCM Plosoklaten, Islam. Pada kesempatan yang bertepatan dengan semangat Milad ke-115 Muhammadiyah ini, hadir Ustadz Arif Hidayat, S.Pd.I. dari Kandangan, Kediri, sebagai pemateri dengan tema strategis “Memajukan Kesejahteraan Umat dan Bangsa.”

Makanan Ruhani Sebelum Jasmani

Mengawali paparan, Ustadz Arif menekankan pentingnya keseimbangan antara kebutuhan ruhani dan jasmani.

“Sebelum memberi makanan bagi badan, kita memberi makanan bagi ruh agar sehat dan kuat. Adapun badan, nanti setelah ini kita beri asupan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Islam adalah agama yang paripurna, tidak hanya membentuk kesalehan individu.

“Islam tidak mengajarkan shalih secara individu. Kebaikan tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga kepada orang lain, masyarakat, dan dalam memperbaiki negara,” tegasnya.

Untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa, Ustadz Arif memaparkan tujuh pilar utama berdasarkan ajaran Islam.

Tujuh Pilar Kesejahteraan Umat dan Bangsa

Landasan Ketaqwaan

Kesejahteraan bermula dari ketaqwaan kepada Allah. Kemaksiatan diyakini melemahkan bangsa, sementara ketaqwaan membuka pintu rezeki. Kekuatan materi harus bertumpu pada kekuatan spiritual.

Keadilan Sosial dan Pemerataan

Mengutip Surat An-Nahl ayat 90, ia menjelaskan bahwa tanpa keadilan, kesejahteraan mustahil terwujud. Keadilan harus ditegakkan dari lingkungan terkecil hingga tingkat kebijakan negara.

Etos Kerja dan Nafkah Halal

Kesejahteraan tidak datang tiba-tiba, melainkan dari kerja keras yang halal. Ustadz Arif mencontohkan Ashabus Shuffah, sahabat Nabi yang selain belajar juga bekerja mengumpulkan kayu dan berdagang.

Penguasaan Ilmu Pengetahuan

Bangsa tidak akan sejahtera tanpa ilmu. Kebodohan disebut sebagai akar kemiskinan dan konflik. Allah meninggikan derajat orang beriman dan berilmu—menjadikan ilmu sebagai kunci kemuliaan.

Menjaga Persatuan dan Kesatuan

Umat Islam diibaratkan satu tubuh. Persatuan menjadi sumber kekuatan ekonomi dan sosial. Dengan mengutip Surat Al-Anfal ayat 46, ia mengingatkan bahwa perselisihan hanya akan melemahkan umat.

Semangat Berbagi dan Kepedulian Sosial

Sedekah merupakan pilar nyata kesejahteraan. Kisah kaum Ansar yang mengutamakan para Muhajirin, seperti dalam Surat Al-Hasyr ayat 9, menjadi teladan abadi dalam membangun solidaritas sosial.

Penegakan Keamanan dan Ketertiban

Keamanan adalah syarat utama terciptanya kesejahteraan. Rasulullah SAW menyebut rasa aman, kesehatan, dan kecukupan makanan sebagai nikmat terbesar yang sebanding dengan kepemilikan dunia dan seisinya.

Penutup dan Aksi Nyata

Dalam penutupannya, Ustadz Arif menegaskan bahwa Islam adalah agama holistik.
“Kita semua bertanggung jawab; orang tua, ulama, pemuda, dan seluruh masyarakat bertanggung jawab atas kesejahteraan bangsa dan negara,” ujarnya.

Kajian diakhiri dengan doa agar Allah SWT menganugerahkan negeri “Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur”—negeri yang baik, aman, dan dinaungi ampunan-Nya.

Sebelum acara ditutup, Ketua PCM Plosoklaten, Islam, menyampaikan beberapa pengumuman terkait agenda PCM ke depan. Sebagai bentuk kebersamaan, panitia juga menyediakan sarapan bagi seluruh jamaah, melengkapi asupan jasmani setelah santapan ruhani sebelumnya.

Kajian ini tidak hanya menjadi pengingat, tetapi juga penyemai energi baru bagi jamaah untuk berkontribusi dalam memajukan umat dan negeri, mengimplementasikan tujuh pilar kesejahteraan menuju Indonesia yang maju dan berkeadilan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu