
PWMU.CO – Kajian An-Namiroh dilaksanakan di Ballroom SMKS Muhammadiyah 1 Genteng (SMKS Muhi), (11/12/2024). Kajian kali ini dengan tema Membumikan Literasi Islami yang Berkemajuan serta berbarengan dengan launching 3 buku karya guru dan siswa SMKS Muhi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Suyanto SPd MSi selaku narasumber, Aan Cahyanto MPd selaku Wakil Kepala SMKS Muhi, guru Ismuba, Takmir Siswa Masjid An-Namiroh, serta Ortom SMKS Muhi.
“Islam adalah agama literasi,” terang Drei Herba T, selaku Wakil Kepala (Waka) Ismuba SMKS Muhi. Hal itu bisa dinilai dari turunnya ayat pertama al-Quran pada Surat al-Alaq ayat 1-5.
“Dari sekian tema dalam al-Quran, mengapa ayat ini yang diturunkan. Tentu ini mengimplikasikan pada kita pentingnya membaca” pungkasnya.
Secara leksikal, penggunaan kata Iqra sebagai fiil Amr tanpa adanya objek, menghendaki makna umum. “Yang dijelaskan adalah cara membacanya, bismirabbika, yaitu dengan menyebut nama tuhanmu,” lanjutnya.
Maka lebih lanjut lagi, Ismuba harus dekat dengan literasi, “Kalau melihat literasi di sekolah kita tidak diawali dari guru Bahasa Indonesia, tapi dari Ismuba.” terang Drei.
Drei juga menyampaikan tujuan tema pada kajian ini agar semua peserta memahami tentang literasi Islami berkemajuan dan menuliskannya dalam karya. “Ini semua kan kader Muhammadiyah. Maka kita punya tugas dakwah, baik lewat tulisan, public speaking, maupun Social media (Sosmed)” pungkasnya.
Suyanto SPd MSi selaku narasumber menulis makalah Tulis(an)-Menulis dan Mengarang sebagai Gerakan Literasi dan Media Dakwah. Dalam makalah tersebut beliau menyebut bahwa dakwah Muhammadiyah harus bisa menembus lini kehidupan, terlebih di era media sosial.
Beliau mengawali pembahasan dengan menukil ucapan khalifah Umar bin Khatab, “Ajarkanlah sastra pada anak-anakmu agar mereka berani menegakan kebenaran”.
Dalam hal literasi islami yang berkemajuan, beliau memotivasi agar semua peserta mempunyai keinginan untuk menulis. “Harus iri dengan siswa yang sudah nulis buku ini,” pungkasnya. “Nanti akan ditindaklanjuti di grup. Forum itu untuk belajar”.
Selain materi, Suyanto juga membagikan hadiah berupa buku kepada siswa yang bertanya. Pertanyaan beliau meliputi kesusasteraan serta kemuhammadiyahan. Tidak sedikit peserta yang mendapat hadiah tersebut.
Sementara Aan Cahyanto MPd, dalam sambutannya menekankan bahwa kajian An-Namiroh ini memang program yang sudah berjalan cukup lama. Pematerinya sering internal Ismuba, kadang eksternal. Bedanya, sekarang berbarengan dengan launching buku.
“Selamat. Ini menunjukkan bahwa siapa saja bisa menjadi penulis, asalkan mau dan berusaha,” pungkasnya.(*)
Penulis Drei Herba T Editor Zahrah Khairani Karim






0 Tanggapan
Empty Comments