Himpunan Mahasiswa Pendidikan Agama Islam (HIMAPAI) Universitas Muhammadiyah Jember menggelar Kajian Islami bertema Islamic Personal Branding: Membangun Identitas Muslim Modern yang Berpengaruh di Masjid Al-Qalam UNMUH Jember, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan ini diikuti mahasiswa PAI dan civitas akademika sebagai upaya penguatan karakter muslim di era modern.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci al Quran oleh Zaky Sholah, dilanjutkan sambutan dan pembukaan oleh Ketua Umum HIMAPAI UNMUH Jember, Muhammad Fawaid. Ia menegaskan bahwa konsep muslim modern yang berpengaruh sangat relevan di tengah era industrialisasi, selama tetap berpijak pada nilai dan syariat Islam.
Kajian menghadirkan M. Yusmi Ridho, Lc., S.Sos., lulusan Syariah Islamiyyah Universitas Al-Azhar Kairo (2020–2024). Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua PC IPM Wonosari, Wakil Direktur Lingkar Studi Filsafat Girinata Kairo, Ketua Abduh Studies Kairo, serta Ketua Kelas Majalah Sinar Muhammadiyah di PCI Muhammadiyah Mesir.
Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa personal branding dalam Islam bukanlah pencitraan, melainkan keselarasan antara iman, akhlak, dan amal nyata.
“Muslim modern tidak diukur dari popularitas, tetapi dari nilai dan manfaat yang dihadirkan,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah memandang modernitas sebagai ruang aktualisasi nilai Islam, sebagaimana tercermin dalam wahyu pertama Iqra’, yang menegaskan pentingnya literasi dan kesadaran intelektual.
Kualitas Kehidupan
Pemateri juga mengutip pemikiran Mohammad Hatta (Bung Hatta) yang mengibaratkan Islam sebagai garam, bukan gincu—tidak selalu tampak, tetapi menentukan kualitas kehidupan.
Zahra Adinda menanyakan bagaimana memilih role model dalam membangun personal branding Islami.
Pemateri menjelaskan bahwa teladan tidak harus berasal dari tokoh besar, tetapi dapat dimulai dari orang-orang terdekat yang konsisten dalam akhlak dan nilai keislaman, seperti orang tua atau guru. Keteladanan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dinilai lebih mudah diteladani dan diamalkan secara berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan doa oleh Fasihcul Lisan dan closing statement MC Tania Ayu, yang menegaskan bahwa Islamic personal branding bukan soal pencitraan, tetapi konsistensi iman, akhlak, dan tindakan. Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada pemateri, pembagian hadiah untuk yang sudah bertanya, dan foto bersama.
Melalui kajian ini, HIMAPAI berharap mahasiswa mampu membangun identitas muslim modern yang berilmu, berakhlak, dan berpengaruh positif di lingkungan kampus maupun masyarakat. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments