SMP Muhammadiyah 1 Babat menggelar kegiatan Kajian Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan tema “Sholat sebagai Penolong dalam Segala Hal”, Sabtu (17/1/2026)
Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Ma’ali Sofyan, dai yang aktif berdakwah di wilayah Babat dan sekitarnya serta anggota Majelis Tabligh PCM Babat.
Kajian berlangsung khidmat dan diikuti oleh seluruh siswa dengan penuh antusias. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai spiritual Isra’ Mi’raj sekaligus memperkuat karakter pelajar Muslim di lingkungan SMP Muhammadiyah 1 Babat.
Dalam sambutan pembukaan, Kepala SMP Muhammadiyah 1 Babat, M. Sande Ariawan, mengajak seluruh siswa untuk menjadikan peringatan Isra’ Mi’raj sebagai momentum refleksi diri. Ia menekankan bahwa peristiwa agung tersebut harus berdampak pada peningkatan kualitas ibadah, khususnya sholat, dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai apa yang bisa kita ambil dari Isra’ Mi’raj sebagai seorang pelajar Muslim? Semoga refleksi ini benar-benar bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Ma’ali Sofyan menegaskan bahwa esensi utama dari peristiwa Isra’ Mi’raj adalah perintah sholat. Menurutnya, sholat bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan pokok seorang Muslim.
Ia juga menyoroti kondisi remaja saat ini yang masih labil dan sering meremehkan sholat, baik sholat sendiri maupun berjamaah, dengan berbagai alasan.
“Sholat itu kewajiban seorang Muslim dan sangat penting dalam kehidupan. Salah satu ciri sholat yang belum ikhlas adalah dikerjakan dengan terburu-buru,” jelasnya.
Ustadz Ma’ali mengutip sabda Nabi Muhammad SAW tentang orang-orang yang mencuri sholat, yaitu mereka yang tidak menyempurnakan rukun-rukunnya, seperti rukuk dan sujud yang tidak tuma’ninah. Ia menegaskan bahwa sholat yang sempurna harus diawali dengan wudhu yang sempurna.
“Siapa yang wudhunya tidak sempurna, maka sholatnya juga tidak sempurna. Anggota wudhu yang tidak terkena air akan mendapat ancaman siksa sebagaimana firman Allah SWT,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan para siswa bahwa meninggalkan sholat dosanya sangat besar, bahkan disamakan dengan durhaka kepada orang tua. Karena itu, ia mengajak seluruh siswa untuk menjaga sholat lima waktu dan melaksanakannya tepat waktu, terutama sholat berjamaah jika memungkinkan.
Menutup kajian, Ustadz Ma’ali menegaskan bahwa sholat adalah tiang agama, sarana melebur dosa-dosa kecil, sekaligus tempat mengadu kepada Allah SWT atas segala persoalan hidup.
“Insyaallah, siapa yang menjaga sholatnya, Allah akan memudahkan segala urusannya,” pungkasnya.
Kegiatan kajian Isra’ Mi’raj ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran spiritual siswa serta membentuk karakter pelajar Muslim yang disiplin, bertanggung jawab, dan taat beribadah. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments