Ratusan warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Cabang Karanggeneng menghadiri Kajian Jum’at Kliwon yang digelar di halaman Masjid Nouroh Abdul Aziz, Ranting Tracal, Jumat (5/9/2025).
Kajian rutin yang menjadi agenda PCM Karanggeneng ini menghadirkan pembicara Sekretaris PDM Lamongan, Dr Piet Hizbullah Khaidir MA.
Ketua PRM Tracal, Ah. Latif Al Rosyid, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran jamaah dari berbagai ranting, tidak hanya se-Cabang Karanggeneng, tetapi juga dari Ranting Singkul dan Pilang Cabang Laren, serta Ranting Sungegeneng Cabang Sekaran.
Kepala Desa Tracal, Lukman Hakim, menambahkan apresiasinya atas sinergi yang selama ini terjalin antara PRM Tracal dan pemerintah desa dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Ketua PCM Karanggeneng, Ustadz Sastro, mengingatkan pentingnya warga Muhammadiyah untuk cerdas menyikapi situasi politik. “Jangan mudah terprovokasi oleh hasutan yang bertujuan memecah persatuan,” pesannya. Ia juga menyampaikan perkembangan tanah wakaf yang sedang dikelola oleh cabang.
Keteladanan Rasulullah
Dalam kajiannya, Kiai Piet menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah. “Beliau pribadi yang lemah lembut dan pemaaf jika disakiti, namun tegas dalam urusan pemerintahan, terutama terkait penegakan hukum,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan jamaah Muhammadiyah agar berhati-hati dalam menerima informasi di media sosial. “Jangan mudah terprovokasi. Saring sebelum sharing,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kiai Piet menjelaskan makna nama Muhammadiyah yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad Saw. Ada empat hal yang harus menjadi ruh gerakan Muhammadiyah:
1. Loman atau dermawan, diwujudkan melalui gerakan filantropi.
2. Pemaaf dalam kehidupan berorganisasi.
3. Menjaga ketertiban dalam berorganisasi.
4. Menjunjung sikap tawassuth (moderat), tawazun (berimbang), dan tasamuh (toleran).
Kajian ditutup dengan doa, diikuti suasana penuh kehangatan yang mencerminkan semangat persaudaraan dan kebersamaan warga Muhammadiyah. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments