Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kajian Jumat Smamuga Tulangan Ajak Siswa Optimalkan Tiga Potensi Diri

Iklan Landscape Smamda
Kajian Jumat Smamuga Tulangan Ajak Siswa Optimalkan Tiga Potensi Diri
Siswa Smamuga saat mengikuti kajian. Foto: Zulkifli/PWMU.CO.
pwmu.co -

Siswa SMA Muhammadiyah 3 Tulangan, Sidoarjo (Smamuga) tampak antusias mengikuti Kajian Jumat yang rutin digelar setiap pekan ketiga di Aula Lantai 3 Smamuga, Jumat (24/10/2025).

Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai kegiatan ini, terlebih dengan kehadiran dai muda asal Tulangan, Ustaz Nofan Afianto, M.Pd., yang dikenal dengan gaya ceramahnya yang inspiratif dan mampu membangkitkan semangat generasi muda.

Dalam kajian bertema “Tiga Potensi Manusia dalam Surat An-Nahl”, Ustaz Nofan mengajak para siswa untuk merenungi firman Allah SWT dalam Surat An-Nahl ayat 78:

وَاللهُ أَخْرَجَكُمْ مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَـٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْـًۭٔا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَـٰرَ وَالْأَفْـِٔدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: “Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, lalu Dia menjadikan bagimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar kamu bersyukur.”

Menurut Ustaz Nofan, tiga potensi utama manusia yakni pendengaran, penglihatan, dan hati merupakan karunia besar dari Allah SWT yang harus disyukuri dan dioptimalkan dalam rangka menjalankan tujuan penciptaan manusia di muka bumi.

“Manusia yang mampu menggunakan potensinya sesuai dengan tujuan penciptaannya akan mendapatkan cinta Allah dan taufik dari-Nya. Setiap perbuatannya akan menjadi terarah dan bernilai ibadah,” ujarnya penuh makna.

Ia juga mengutip penjelasan Ibnu Katsir yang menyebutkan bahwa Allah menganugerahkan kepada manusia pendengaran untuk mendengar kebenaran, penglihatan untuk melihat tanda-tanda kekuasaan-Nya, serta akal dan hati untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk.

“Semua potensi itu diciptakan agar manusia mampu beribadah dan menaati Rabb-nya,” tambahnya.

Kisah Zaid bin Tsabit : Inspirasi Pemuda Cerdas dan Tangguh

Untuk memperkuat pesan kajiannya, Ustaz Nofan menuturkan kisah inspiratif sahabat muda Rasulullah SAW, Zaid bin Tsabit, yang meski sempat ditolak ikut berperang karena usianya, justru diperintahkan Nabi untuk menuntut ilmu.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Rasulullah memintanya mempelajari berbagai bahasa. Setelah menguasainya, Zaid dipercaya menjadi juru bicara Nabi dalam urusan dakwah dan diplomasi dengan para raja. Dari sini kita belajar bahwa ilmu adalah jalan perjuangan,” jelasnya.

Ia berharap para siswa Smamuga mampu meneladani semangat dan kecerdasan Zaid bin Tsabit.

“Kalian adalah calon penerus bangsa. Dua puluh tahun dari sekarang, tepatnya pada tahun 2045 ketika Indonesia genap berusia 100 tahun merdeka, usia kalian akan berada di kisaran 36 hingga 38 tahun. Itulah usia produktif, usia penentu apakah Indonesia akan menjadi Indonesia Emas atau justru terpuruk dalam kegelapan,” tegasnya.

Menutup ceramahnya, Ustaz Nofan menegaskan pentingnya menjadi generasi penerang bagi masyarakat sekitar.

“Kalau di hadapan saya ini ada 300 hingga 500 siswa Smamuga yang semuanya baik, saleh, dan salihah, maka kehidupan di Tulangan akan bersinar. Namun, jika ada di antara kalian yang hanya pergi dan pulang sekolah tanpa makna, tanpa berusaha menjadikan dirinya lebih baik, maka kegelapan akan menyelimuti,” tuturnya.

Ia menambahkan, dirinya tidak sedang berorasi di depan para siswa, melainkan berdoa agar mereka menjadi pionir kebaikan dan generasi berakhlak mulia.

Dengan penuh semangat, Ustaz Nofan kemudian menutup kajian dengan meneriakkan yel-yel motivatif, “Smamuga! Be the Best!.” (*)

 

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu