Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kajian Masjid At-Taqwa Pandan Kupas Amalan Bulan Dzulhijjah

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Banyuwangi, Syaerofi MEd saat menyampaikan kajian di masjid At-Taqwa Pandan Genteng (Taufiqur Rohman/PWMU.CO)

PWMU.CO Masjid At-Taqwa Pandan, Genteng, Banyuwangi kembali menggelar kajian penuh hikmah dengan mengupas amalan utama di bulan Dzulhijah yang sarat pahala, Rabu (7/5/2025).

Hal ini disampaikan oleh Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi, Drs Syaerofi MEd. Pengajian ini diikuti oleh jamaah masjid setempat dan warga Muhammadiyah Ranting Kembiritan.

Di awal kajiannya, ia mengajak jamaah untuk bersyukur kepada Allah Swt. karena atas limpahan nikmat-Nya, sehingga dapat menghadiri pengajian ini. “Tidak sedetik pun kita hidup ini tanpa nikmat Allah,” ujarnya.

Kemudian, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid itu menjelaskan rukun Islam yang terdiri atas lima perkara, yaitu mengucap dua kalimat syahadat, mendirikan salat, membayar zakat, berpuasa Ramadan, dan menunaikan ibadah haji jika mampu.

Dengan mencermati rukun Islam tersebut, maka orang Islam itu sebenarnya harus kaya. Contohnya, seorang yang akan berzakat. Artinya, orang itu harus banyak harta.

Ia pun memberi gambaran, bagaimana jika 50 persen orang Islam di Indonesia mampu membayar zakat. “Ini akan sangat luar biasa,” tandasnya.

Seorang muslim hendaklah memiliki tiga hal, yakni iman yang kuat, ilmu yang tinggi, dan harta yang banyak.

Begitu pula dengan menunaikan ibadah haji, berapa banyak ongkos yang harus dibayarkan. Oleh karena itu, Islam tidak mengajarkan kemiskinan. Haji menyadarkan kita, betapa kita harus kaya. Dalam ajaran Islam, mencari harta itu merupakan bagian dari jihad di jalan Allah.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Pemahaman seperti itu harus ditanamkan kepada anak dan cucu kita,” ulasnya.

Selanjutnya, Syaerofi menerangkan amalan yang hendaknya dilakukan seorang muslim saat memasuki bulan Dzulhijah, antara lain:

  • Melakukan amal saleh di 10 hari awal Dzulhijah. Menurutnya, pahalanya dapat melebihi jihad.
  • Berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijah, saat jamaah haji sedang melakukan wukuf di Padang Arafah. Pahalanya dapat menutup dosa, baik dosa satu tahun yang lalu maupun satu tahun yang akan datang.
  • Bertakbir saat memasuki Hari Raya Iduladha sampai hari tasyrik pada tanggal 13 sebelum Magrib.
  • Berkurban hewan ternak, seperti menyembelih kambing, sapi, kerbau, ataupun unta.

Manfaat dari berkurban ini adalah pahalanya menjadi bekal di akhirat kelak. Ia pun mengajak jamaah untuk melaksanakan ibadah kurban di Hari Raya Iduladha mendatang. Seraya itu, ia membacakan hadis Nabi yang berisi anjuran untuk berkurban, diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari sahabat Abu Hurairah ra.

Mengakhiri kajiannya, Syaerofi mengajak jamaah untuk beramal saleh di bulan Dzulhijah ini dengan niat ikhlas karena Allah.

Penulis Taufiqur Rohman Editor Zahra Putri Pratiwig

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡