
PWMU.CO – Semangat pengorbanan dan transformasi diri menyambut bulan penuh berkah, Dzulhijjah, menggelora dalam Kajian Ahad Pagi Matahari Terbit yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gubeng, Surabaya.
Acara yang berlangsung pada Ahad (1/6/2025) di Masjid Jenderal Sudirman ini menarik perhatian ratusan jamaah dari berbagai unsur Muhammadiyah, termasuk PCM, PCA, PRM se-PCM Gubeng, ortom-ortom (Pemuda Muhammadiyah, NA, IPM, HW), guru dan tenaga pendidik sekolah Muhammadiyah se-PCM Gubeng, serta masyarakat sekitar.
Sejak pukul 06.00 WIB, suasana masjid sudah terasa semarak. Kegiatan diawali dengan penampilan anak-anak TK ABA 32 Surabaya yang membacakan surat Ad-Dhuha secara kompak dan penuh penghayatan. Tingkah polos mereka memancarkan keceriaan dan menghadirkan senyum di wajah para jamaah.
Ketua PCM Gubeng, Drs Sulaiman MA dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran jamaah dan menekankan pentingnya memanfaatkan bulan Dzulhijjah untuk meningkatkan amalan.
“Bulan ini adalah bulan besar. Mari kita memperbanyak amal saleh seperti berpuasa, berdzikir, dan berqurban dengan penuh keikhlasan, sebagaimana teladan dari Habil yang diterima qurbannya oleh Allah SWT,” ujarNYA.
Kajian inti disampaikan oleh Dr Moh Sulthon Amien MM Wakil Ketua PWM Jawa Timur bertemakan Qurban dan Transformasi Diri Menuju Muslim Tangguh. Ia mengawali dengan membacakan talbiyah bersama jamaah, membangkitkan semangat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam paparannya, Sulthon menjelaskan bahwa ibadah haji bersifat individual, sedangkan qurban memiliki dimensi sosial yang luas.
“Haji memerlukan kemampuan fisik dan finansial yang memadai. Lempar jumrah yang dilakukan siang hari di bawah terik matahari menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi lansia. Maka, kita harus mempersiapkan diri sejak muda untuk menunaikan haji,” pesanNYA.






0 Tanggapan
Empty Comments