Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kajian Nashaihul Ibad Bahas Sembilan Anak Iblis Penggoda Manusia

Iklan Landscape Smamda
Kajian Nashaihul Ibad Bahas Sembilan Anak Iblis Penggoda Manusia
Kajian kitab Nashaihul Ibad selepas subuh di masjid Al-Falah PRM Jalen. (Alib/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kajian kitab Nashaihul Ibad kembali digelar selepas salat Subuh di Masjid Al-Falah Pusdamu PRM Jalen Genteng, Banyuwangi, Kamis (12/3/2026). Kajian yang dipimpin Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng, Taslim, M.Pd., kali ini membahas topik tentang sembilan anak iblis yang disebut sebagai penggoda manusia.

Mengupas Atsar Umar bin Khattab

Ustadz Taslim mengawali pemaparan dengan menjelaskan atsar dari sahabat Umar bin Khattab r.a. yang menyebutkan bahwa iblis memiliki sembilan keturunan, masing-masing dengan tugas menggoda manusia. Umar berkata:

“Sesungguhnya keturunan setan ada sembilan: Zallaitoun, Watsin, Laqous, A’wan, Haffaf, Murrah, Masouth, Dasim, dan Walhan.”

Menurutnya, sembilan keturunan tersebut memiliki tugas yang berbeda-beda untuk menjatuhkan manusia ke dalam kesesatan.

Tugas Sembilan Anak Iblis

Dalam kajiannya, Taslim menerangkan tugas masing-masing:

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

  1. Zallaitoun: menggoda di pasar, mendorong pedagang berbuat curang dan bersumpah palsu.
  2. Watsin: menyesatkan manusia saat tertimpa musibah agar menyalahkan Allah.
  3. A’wan: menggodai para pejabat dengan kesenangan dunia, membuka peluang korupsi dan ketidakamanahan.
  4. Haffaf: menggoda para pemabuk hingga kehilangan kendali dan berbuat maksiat lainnya.
  5. Murrah: menggoda pada perkara yang berkaitan dengan perbuatan zina.
  6. Lagous: menimbulkan waswas, terutama dalam thaharah dan shalat.
  7. Masouth: mengacaukan berita sehingga masyarakat bingung membedakan kebenaran—dan kini banyak beroperasi melalui handphone.
  8. Dasim: menggoda di dalam rumah, memicu pertengkaran keluarga hingga berujung talak atau kekerasan.
  9. Walhan: bersama Lagous, menimbulkan waswas dalam wudu, salat, dan ibadah lainnya.

Menutup kajian, Taslim mengingatkan jamaah untuk memanfaatkan Ramadan sebagai momentum memperbanyak ibadah dan membentengi diri dari godaan sembilan anak iblis tersebut.

“Semoga amalan Ramadan mampu mewarnai jiwa kita sehingga tetap istiqamah berbuat kebaikan di bulan-bulan berikutnya,” ujarnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡