Kajian kitab Nashaihul Ibad kembali digelar selepas salat Subuh di Masjid Al-Falah Pusdamu PRM Jalen Genteng, Banyuwangi, Kamis (12/3/2026). Kajian yang dipimpin Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng, Taslim, M.Pd., kali ini membahas topik tentang sembilan anak iblis yang disebut sebagai penggoda manusia.
Mengupas Atsar Umar bin Khattab
Ustadz Taslim mengawali pemaparan dengan menjelaskan atsar dari sahabat Umar bin Khattab r.a. yang menyebutkan bahwa iblis memiliki sembilan keturunan, masing-masing dengan tugas menggoda manusia. Umar berkata:
“Sesungguhnya keturunan setan ada sembilan: Zallaitoun, Watsin, Laqous, A’wan, Haffaf, Murrah, Masouth, Dasim, dan Walhan.”
Menurutnya, sembilan keturunan tersebut memiliki tugas yang berbeda-beda untuk menjatuhkan manusia ke dalam kesesatan.
Tugas Sembilan Anak Iblis
Dalam kajiannya, Taslim menerangkan tugas masing-masing:
- Zallaitoun: menggoda di pasar, mendorong pedagang berbuat curang dan bersumpah palsu.
- Watsin: menyesatkan manusia saat tertimpa musibah agar menyalahkan Allah.
- A’wan: menggodai para pejabat dengan kesenangan dunia, membuka peluang korupsi dan ketidakamanahan.
- Haffaf: menggoda para pemabuk hingga kehilangan kendali dan berbuat maksiat lainnya.
- Murrah: menggoda pada perkara yang berkaitan dengan perbuatan zina.
- Lagous: menimbulkan waswas, terutama dalam thaharah dan shalat.
- Masouth: mengacaukan berita sehingga masyarakat bingung membedakan kebenaran—dan kini banyak beroperasi melalui handphone.
- Dasim: menggoda di dalam rumah, memicu pertengkaran keluarga hingga berujung talak atau kekerasan.
- Walhan: bersama Lagous, menimbulkan waswas dalam wudu, salat, dan ibadah lainnya.
Menutup kajian, Taslim mengingatkan jamaah untuk memanfaatkan Ramadan sebagai momentum memperbanyak ibadah dan membentengi diri dari godaan sembilan anak iblis tersebut.
“Semoga amalan Ramadan mampu mewarnai jiwa kita sehingga tetap istiqamah berbuat kebaikan di bulan-bulan berikutnya,” ujarnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments