Kajian kitab Nashaihul Ibad selepas salat Subuh pada Kamis (26/2/2026) di Masjid Al-Falah Pusdamu PRM Jalen, Genteng, Banyuwangi, memasuki pertemuan ketujuh. Pengajian yang diasuh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng, Taslim, M.Pd., itu membahas sifat terpuji, yakni zuhud.
Mengawali kajian, Ustaz Taslim menjelaskan bahwa pembahasan masih seputar atsar, yakni pendapat para sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in. Pada pertemuan kali ini, materi difokuskan pada makna zuhud.
Menurut keterangan Ibrahim bin Asham r.a., lanjutnya, zuhud adalah meninggalkan kebahagiaan dunia demi meraih kebahagiaan abadi di akhirat. Sementara dalam atsar dari Ibnu Abbas r.a. disebutkan bahwa kata zuhud terdiri atas tiga huruf: Za, Ha, dan Dal.
“Huruf Za menunjukkan Zaadun lil ma’ad (bekal menuju akhirat). Huruf Ha menunjukkan hidayah menuju agama. Dan huruf Dal menunjukkan dawaam ‘alath thaa’ah (konsisten atau istiqamah dalam ketaatan),” jelasnya.
Ia kemudian merinci makna tersebut. Bekal menuju akhirat adalah takwa kepada Allah Swt. Hidayah menuju agama berarti bimbingan agar tetap berada di jalan Islam. Adapun istiqamah dalam ketaatan adalah senantiasa menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Di kesempatan lain, Ibnu Abbas r.a. juga menjelaskan bahwa huruf Za bermakna meninggalkan zimah (perhiasan), huruf Ha berarti meninggalkan hawa nafsu, dan huruf Dal berarti meninggalkan kecintaan berlebihan terhadap dunia.
“Dunia di sini mencakup pujian manusia, sikap berfoya-foya, serta kemewahan atau sikap glamor dalam berpakaian,” terang Ustaz Taslim.
Selanjutnya, ia mengutip wejangan Ka’ab Al-Ahbar tentang keteguhan iman agar terhindar dari godaan setan. Menurutnya, benteng kaum mukmin dari godaan setan ada tiga, yaitu masjid, zikir kepada Allah, dan membaca Al-Qur’an.
Masjid menjadi benteng karena di dalamnya terdapat para malaikat dan orang-orang yang beribadah. Zikir kepada Allah, termasuk membaca hauqalah (la haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhim), juga menjadi pertahanan diri. Adapun membaca Al-Qur’an merupakan benteng sekaligus pedoman hidup dalam setiap langkah.
Menjelang akhir kajian, Ustaz Taslim menutup dengan atsar dari Ibnu Abbas r.a. Ketika ditanya tentang hari terbaik, bulan terbaik, dan amal terbaik, Ibnu Abbas menjawab, “Hari yang paling baik adalah hari Jumat, bulan yang paling baik adalah bulan Ramadan, dan amal yang paling baik adalah salat lima waktu yang dikerjakan tepat pada waktunya.”
“Semoga kita semua diberi kekuatan menjalani Ramadan dari awal hingga akhir, serta seluruh amal ibadah diterima Allah dan menjadikan kita hamba yang zuhud,” pungkasnya.






0 Tanggapan
Empty Comments