Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kajian Perempuan Berkemajuan Perkuat Perspektif Tarjih Muballighat ‘Aisyiyah

Iklan Landscape Smamda
Kajian Perempuan Berkemajuan Perkuat Perspektif Tarjih Muballighat ‘Aisyiyah
pwmu.co -

Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menggelar #GerakanPerempuanMengaji: Kajian Perempuan Berkemajuan Perspektif Tarjih sebagai upaya memperkuat pemahaman keagamaan muballighat yang inklusif dan responsif terhadap isu sosial.

Dalam pembukaan kegiatan, Tri Hastuti Nur Rochimah menegaskan pentingnya pemahaman mendalam terhadap metode pengambilan hukum dalam Islam.

“Para muballighat ‘Aisyiyah perlu memahami betul bagaimana akar pengambilan hukum dalam setiap ijtihad, termasuk yang terkait kelompok rentan, sehingga melahirkan ijtihad yang inklusif dan sejalan dengan metode bayani, burhani, dan irfani,” ujarnya.

Kajian perdana ini mengangkat tema fikih dalam perspektif tarjih yang meliputi nilai dasar (al-Qiyam al-Asasiyah), prinsip umum (al-Ushul al-Kulliyyah), dan pedoman praktik (al-Ahkam al-Far’iyyah).

Tri menjelaskan bahwa setiap produk Majelis Tarjih Muhammadiyah selalu berangkat dari tiga elemen tersebut. Pemahaman yang utuh dinilai penting untuk memperkuat perspektif Islam Berkemajuan bagi muballighat dalam mendampingi masyarakat, dari tingkat nasional hingga akar rumput.

Ia juga menekankan bahwa fikih harus mampu menjawab persoalan kelompok rentan, termasuk perempuan, kelompok marginal, dan penyandang disabilitas.

Sementara itu, Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan PP ‘Aisyiyah, Casmini, menegaskan bahwa kajian ini menjadi ruang strategis untuk membangun kesadaran kritis perempuan dalam beragama.

“Kajian ini membuka ruang diskusi dari hati ke hati dan menjadi refleksi intelektual sekaligus spiritual,” ujarnya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Menurutnya, penguatan literasi keagamaan perempuan tidak cukup dilakukan melalui pengajian umum, tetapi perlu ruang kajian khusus yang lebih mendalam dan terstruktur.

“Perempuan tidak hanya menjadi objek dakwah, tetapi juga subjek yang aktif, kritis, dan transformatif,” tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini diikuti ratusan mubaligh dan muballighat ‘Aisyiyah. Turut hadir Ketua PP ‘Aisyiyah, Evi Sofia Inayati, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Evi menegaskan bahwa fikih tidak cukup dipahami sebagai kumpulan aturan legal formal, melainkan sebagai pedoman komprehensif yang selaras dengan perkembangan zaman.

Pendekatan ini memungkinkan lahirnya pemahaman keagamaan yang lebih fleksibel, kontekstual, dan mampu menjawab tantangan masyarakat modern.

Melalui kajian ini, ‘Aisyiyah menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran perempuan sebagai agen dakwah yang tidak hanya memahami ajaran, tetapi juga mampu mentransformasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan ruang publik.

Revisi Oleh:
  • Satria - 12/04/2026 11:27
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡