Suasana penuh khidmat menyelimuti Aula SD Mumtaz pada Kamis (12/3/2026). Seluruh guru dan karyawan mengikuti Kajian Ramadan 1447 H yang mengusung tema “Aktualisasi Ramadan dalam Membangun Peradaban Berkemajuan.”
Kegiatan yang berlangsung maraton selama 12 jam, mulai pukul 07.30 hingga 20.30 WIB tersebut menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif dari tingkat majelis hingga Pimpinan Daerah Muhammadiyah.
Kegiatan yang dikemas menyerupai Darul Arqam ini dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah SD Mumtaz, Fathul Mubarok, S.Th.I., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya momentum Ramadan sebagai ruang transformasi diri bagi para pendidik.
“Ramadan adalah madrasah kehidupan. Guru tidak hanya menjalankan ibadah ritual, tetapi juga mengaktualisasikan nilai-nilai puasa dalam sikap dan profesionalitas. Kajian dengan durasi panjang ini menjadi bentuk komitmen untuk serius membangun peradaban berkemajuan dari ruang kelas,” tegasnya di hadapan para peserta.
Antusiasme peserta terlihat sejak sesi pertama yang diisi oleh Dr. H. Sholihin Fanani, M.PSDM. Ia memaparkan materi “Shalih Spiritual dan Shalih Profesional,” yang mengajak para guru menyeimbangkan kualitas ibadah vertikal dengan kinerja horizontal yang unggul.
Sesi berikutnya diisi oleh H Pahri SAg MM dengan materi “Etos Kerja dan Pelayanan Publik.” Ia mengingatkan bahwa profesi guru merupakan bentuk ibadah sekaligus pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Memasuki sesi siang, Ir H Sudarusman memberikan perspektif baru tentang pengembangan diri melalui materi “Growth Mindset Guru Muhammadiyah.” Ia mendorong para guru untuk terus belajar, beradaptasi, dan berani berinovasi dalam dunia pendidikan.
Sementara itu, Drs H Aunur Rofiq MSi membawakan materi “Ideologi Muhammadiyah,” yang mengajak peserta memperkuat pemahaman ideologis agar setiap langkah pendidikan selaras dengan visi dan nilai-nilai persyarikatan.
Rangkaian kajian ditutup oleh H Fityan Izza Noor Abidin SE MSA dengan materi “Rahasia di Balik Kesuksesan.” Ia memotivasi peserta bahwa kesuksesan dunia dan akhirat dapat diraih melalui prinsip kerja keras, keikhlasan, dan nilai-nilai Islam.
Ketua panitia, Muhammad Nabil Lubbi, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, meskipun berlangsung cukup panjang, seluruh peserta tetap bersemangat mengikuti setiap sesi. Kami sengaja merancang kegiatan dari pagi hingga malam agar materi yang diperoleh benar-benar optimal dan dapat menjadi bekal bagi para guru dalam mengajar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama dan pembagian parcel Ramadan sebagai bentuk kebersamaan keluarga besar SD Mumtaz.
Suasana hangat terasa saat waktu berbuka tiba. Kebersamaan yang terjalin di meja makan menjadi simbol kuatnya ukhuwah di lingkungan SD Mumtaz. Kajian Ramadan ini pun ditutup dengan doa bersama, dengan harapan nilai-nilai Ramadan dapat diaktualisasikan dalam membangun peradaban pendidikan yang unggul dan berkemajuan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments