
PWMU.CO – Kajian Ramadan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Nyai Walidah Kota Batu pada hari kedua Ramadan, Ahad (02/03/2025), mengangkat tema “Serba-Serbi Sehat Puasa Ramadan”.
Kajian ini menghadirkan dr. Rahayu Agustini sebagai narasumber yang memberikan wawasan mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama berpuasa.
dr. Rahayu menjelaskan bahwa sehat bukan hanya tentang kondisi fisik, tetapi juga mencakup kesehatan jasmani, mental, jiwa, dan sosial. Oleh karena itu, menjalani puasa dengan pola hidup yang baik dapat membantu menjaga keseimbangan dalam berbagai aspek kesehatan.
Agar tubuh tetap sehat selama menjalani ibadah puasa, dr. Rahayu memberikan beberapa tips penting. Di antaranya adalah menjaga pola makan sehat dengan mengatur pola makan sesuai dengan kondisi tubuh, terutama bagi yang memiliki kerentanan kesehatan, serta mengonsumsi makanan sehat saat sahur dan berbuka.
Selain itu, menyesuaikan pola hidup sehat juga diperlukan, seperti mengatur jam tidur yang cukup, melakukan aktivitas fisik ringan, menghindari kebisingan dan mengelola stres, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh setiap hari.
Selain menjaga kesehatan fisik, kesehatan mental juga perlu diperhatikan. dr. Rahayu menyarankan agar pikiran yang berlebihan atau overload dihindari, serta menyalurkan kebutuhan verbal sekitar 20.000 kata sehari sebagai bentuk pelepasan energi.
Agar tubuh tetap bugar selama Ramadan, pola makan perlu diperhatikan dengan baik. Beberapa hal yang perlu dilakukan antara lain, tidak melewatkan sahur, mengonsumsi makanan secukupnya, menghindari makanan berminyak, mengurangi konsumsi makanan yang terlalu manis, dan memperbanyak konsumsi buah yang mengandung air.
Selain itu, penting untuk memilih makanan berprotein dan karbohidrat kompleks saat sahur, serta makan secara bertahap dan tidak berlebihan saat berbuka juga dianjurkan.
Beraktivitas fisik minimal 30 menit per hari juga memiliki banyak manfaat, di antaranya membantu tubuh tetap bugar, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga detak jantung tetap stabil, menjaga ritme pernapasan, serta memelihara kelenturan otot.
Selain itu, mengatur siklus tidur dan bangun yang baik dapat mengurangi stres, serta meningkatkan kualitas tidur, sehingga tubuh tetap segar saat berpuasa.
Untuk penderita penyakit kronis, dr. Rahayu menyampaikan tetap bisa berpuasa dengan memperhatikan beberapa hal. “Buat yang punya penyakit kronis tapi ingin tetap berpuasa, kuncinya ada di pola hidup yang teratur. Pertama, pastikan pola makan tetap seimbang, jangan sampai asal kenyang tapi gizinya nggak terpenuhi. Lalu, kebutuhan cairan juga harus cukup, jangan sampai dehidrasi, apalagi saat cuaca panas,” jelasnya.
“Nah, soal makan, harus diatur waktunya, porsinya juga diperhatikan, jangan sampai terlalu sedikit atau malah berlebihan. Kalau ada obat dari dokter, harus tetap dikonsumsi sesuai anjurannya, jangan main berhenti sendiri,” tambahnya.
“Terakhir, jangan lupakan pola tidur yang cukup, karena kalau kurang tidur, tubuh bisa makin lemah. Jadi, intinya tetap jaga keseimbangan, biar puasa tetap lancar dan kesehatan nggak terganggu,” lanjut dr. Rahayu.
Selain itu, dr. Rahayu juga menekankan pentingnya kesehatan mental dan emosi dalam menjalani puasa. Lima langkah utama untuk menjaga keseimbangan mental, antara lain berpikir positif, mengelola stres dengan baik, meningkatkan kesadaran diri, membangun hubungan sosial yang sehat, dan menjaga keseimbangan hidup.
Dengan menerapkan pola hidup sehat selama Ramadan, diharapkan ibadah puasa dapat berjalan dengan lancar dan tubuh tetap bugar.(*)
Penulis Risa Ainur R dan Khoen Eka Editor Zahrah Khairani Karim





0 Tanggapan
Empty Comments