Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kajian Ramadan Perguruan Muhammadiyah Gresik Perkuat Spirit Menjadi Lebih Baik

Iklan Landscape Smamda
Kajian Ramadan Perguruan Muhammadiyah Gresik Perkuat Spirit Menjadi Lebih Baik
Wakil Ketua PDM Gresik Dr. Muhammad Arfan Mu'ammar, M.Pd.I. (berdiri) menyampaikan materi penguatan ideologi Muhammadiyah saat Kajian Ramadan Dikdasmen-PNF PCM Gresik. Foto: Bening Satria PD/PWMU.CO
pwmu.co -

Suasana hangat dan penuh kekhidmatan terasa di Aula Sang Surya SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A, Jumat (6/3/2026). Pada kesempatan tersebut, seluruh guru dan karyawan Perguruan Muhammadiyah Kecamatan Gresik mengikuti kegiatan Kajian Ramadan dan buka puasa bersama dengan mengusung tema “Spirit Ramadan Menjadi yang Lebih Baik.”

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus mempererat silaturahmi di lingkungan amal usaha pendidikan Muhammadiyah. Acara tersebut diikuti oleh tiga lembaga pendidikan di bawah naungan Perguruan Muhammadiyah Kecamatan Gresik, yakni SD Mugres Kampus A, SD Mugres Kampus B, dan SMP Muhammadiyah 1 Gresik. Para guru dan karyawan dari ketiga lembaga tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak awal hingga akhir.

Kajian Ramadan kali ini menghadirkan narasumber Dr. Muhammad Arfan Mu’ammar, M.Pd.I, Wakil Ketua PDM Gresik bidang Majelis Dikdasmen dan PNF. Dalam pemaparannya, Pak Arfan—sapaan akrabnya—menyampaikan materi tentang penguatan ideologi Muhammadiyah.

Penguatan Ideologi Muhammadiyah

Dalam kajiannya, Arfan menjelaskan bahwa ideologi dan strategi perjuangan dalam Muhammadiyah tidak dapat dipisahkan. Keduanya menjadi satu kesatuan yang dikenal sebagai Khittah Perjuangan Muhammadiyah. Pemikiran ideologis Muhammadiyah juga tertuang dalam berbagai dokumen resmi organisasi, seperti Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah (1946) dan Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (1969) yang menjadi pedoman arah gerakan.

Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah merupakan gerakan Islam yang bersifat inklusif, terbuka terhadap berbagai kalangan. Keterbukaan ini menjadi salah satu kekuatan Muhammadiyah karena mampu merangkul masyarakat dari beragam latar belakang.

“Namun di sisi lain, keterbukaan tersebut juga memiliki tantangan, yakni mudahnya ideologi lain masuk jika tidak dibarengi dengan pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai Muhammadiyah,” jelas Arfan di hadapan para peserta.

Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya itu juga menyinggung karakter Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid dan tajrid. Tajdid dimaknai sebagai pembaruan dalam kehidupan umat, sedangkan tajrid merupakan upaya memurnikan ajaran Islam dari praktik-praktik yang tidak sesuai dengan tuntunan syariat.

Menurutnya, dalam aspek akidah dan ibadah, umat Islam harus tetap berpegang teguh pada tuntunan yang murni. Sementara dalam bidang muamalah, Muhammadiyah membuka ruang pembaruan agar ajaran Islam tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Arfan juga menjelaskan konsep dakwah kultural Muhammadiyah, yaitu pendekatan dakwah yang dilakukan secara bijak dan terbuka di tengah masyarakat. Bahkan, Muhammadiyah tetap membuka diri untuk berdialog dan berdakwah di lingkungan yang beragam.

“Semangat keterbukaan ini menjadi kekuatan Muhammadiyah dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ujar Arfan yang juga merupakan wali murid SD Mugres Kampus A.

Sarana Penguatan Spiritual

Menanggapi kegiatan tersebut, Ketua Pelaksana Rosyidul Arifibillah, S.Psi., S.Pd., M.Pd menyampaikan bahwa kajian Ramadan ini menjadi sarana penguatan spiritual bagi seluruh guru dan karyawan.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Kajian ini sangat penting untuk memperkaya khazanah keilmuan guru dan karyawan di bawah naungan Majelis Dikdasmen PCM Gresik, khususnya dalam penguatan ideologi Kemuhammadiyahan,” ungkap Billah, sapaan akrabnya.

Billah yang juga guru Al-Islam SMP Muhammadiyah 1 Gresik menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan menjaga silaturahmi seluruh civitas Perguruan Muhammadiyah Kecamatan Gresik sekaligus mewadahi aspirasi demi kemajuan amal usaha Muhammadiyah (AUM) pendidikan di kompleks tersebut.

“Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk menyampaikan harapan dan masukan bagi pengembangan AUM pendidikan di lingkungan Perguruan Muhammadiyah PCM Gresik,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara istiqamah setiap tahun dengan menghadirkan materi-materi terbaik, termasuk penguatan pemahaman tentang ibadah mahdhah.

Dialog dan Buka Bersama

Setelah sesi kajian, kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan bersama Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Gresik, Dr. Sukaris, S.E., M.S.M., didampingi Sekretaris Rudi Ihwono, M.Pd. Dalam sesi tersebut, para guru dan karyawan berdialog secara terbuka serta menyampaikan berbagai gagasan untuk kemajuan Perguruan Muhammadiyah Gresik.

Diskusi berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Forum ini menjadi ruang refleksi bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di lingkungan perguruan.

Menjelang waktu Magrib, seluruh civitas Perguruan Muhammadiyah Kecamatan Gresik bersiap berbuka puasa bersama. Saat azan Magrib berkumandang, para guru dan karyawan bersama-sama membatalkan puasa dengan penuh syukur sambil menikmati hidangan yang telah disiapkan.

Momen kebersamaan tersebut semakin mempererat rasa persaudaraan di antara seluruh civitas Perguruan Muhammadiyah Gresik. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salat Magrib berjemaah, makan bersama, dan ditutup dengan pelaksanaan salat Tarawih berjemaah. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡