
PWMU.CO – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menggelar Kajian Ramadan 1446 H di Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) pada Sabtu (8/3/2025).
Acara ini dibuka dengan pembacaan ayat suci al-Quran oleh Ustadz Yusuf Abidin SQ SHI, yang juga merupakan guru di SMPM 12 dan MA Al-Ishlah Sendangagung, Lamongan. Pria yang berdomisili di Kampung Baru RT 04 RW 02 Sendangagung ini memilih Surat Saba’ sebagai bacaan pembuka, sesuai dengan tema acara ini “Baldah Thayyibah: Refleksi untuk Negeri”.
Ustadz Yusuf Abidin tampil membacakan Surat Saba’ ayat 15-17 dengan suara yang merdu dan fasih di hadapan para tokoh yang hadir. Di antaranya, Ketua PP Muhammadiyah, Dr KH Saad Ibrahim MA serta jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, termasuk Ketua PWM Jatim Dr Sukadiono, Sekretaris PWM Jatim, Prof Dr Biyanto MAg, serta para Wakil Ketua PWM Jatim seperti Ir Tamhid Masyhudi MSi dan Sholihin Fanani MPSDM.
“Ini adalah event terbesar. Sebelumnya, acara seperti ini hanya sampai tingkat Daerah Lamongan, tetapi Kajian Ramadan di Umla ini merupakan agenda PWM,” kesan Yusuf, yang lahir pada 4 Mei 1981 dan kini menjadi anggota Dewan Pengurus Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung.
لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ (15) فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ (16) ذَلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِمَا كَفَرُوا وَهَلْ نُجَازِي إِلا الْكَفُورَ (17)
Artinya: “Sesungguhnya bagi kaum Saba ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan), “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon asl, dan sedikit dari pohon sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.”
Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dr Syafiq A Mughni MA yang hadir sebagai keynote speaker dalam acara ini, turut memberikan penjelasan terkait tema yang diusung dalam Kajian Ramadhan 1446 H di Umla.
Menurut Prof Syafiq, Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafuur merujuk pada negeri Saba’, sebuah kerajaan yang berdiri pada masa Nabi Sulaiman. Karena kemakmuran dan kebaikan negeri tersebut, maka ia disifati dengan Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafuur, sebagaimana yang termaktub dalam surat yang dibacakan oleh Ustadz Yusuf Abidin. (*)
Penulis Gondo Waloyo Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments