Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kajian Ramadan RSI Siti Aisyah Madiun Bahas Makna Waktu Akhirat

Iklan Landscape Smamda
Kajian Ramadan RSI Siti Aisyah Madiun Bahas Makna Waktu Akhirat
Kajian Ramadan RSI Siti Aisyah Madiun Bahas Dimensi Waktu Akhirat dalam Al-Qur’an
pwmu.co -

Keluarga besar Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Aisyah Madiun menggelar kegiatan Kajian Ramadan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama pada Senin, 9 Maret 2026.

Kegiatan yang berlangsung khidmat di Masjid Muchsin Ali, Gedung Mas Mansyur Lantai 2 itu menghadirkan Ustadz Dr. Suwardi Rosyid, M.Pd.I., yang menyampaikan kajian bertema “Dimensi Waktu Akhirat dalam Al-Qur’an.”

Melalui kajian tersebut, Ustadz Suwardi mengajak peserta memahami bahwa konsep waktu di akhirat bersifat metafisik dan sangat berbeda dengan persepsi waktu manusia di dunia, sehingga Al-Qur’an menggambarkannya dengan berbagai perbandingan waktu yang menunjukkan betapa luasnya kekuasaan Allah SWT.

Perbandingan Waktu di Akhirat

1. Perbandingan 1 Banding 1.000 Tahun

وَإِنَّ يَوْمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ

Terjemahan:
“Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al-Hajj: 47)

Tafsir Ibnu Katsir: Ayat ini menjelaskan bahwa Allah SWT tidak terburu-buru memberikan azab karena satu hari bagi-Nya setara dengan seribu tahun bagi manusia. Waktu yang terasa lama bagi manusia sebenarnya sangat singkat di sisi Allah.

2. Perbandingan 1 Banding 50.000 Tahun

تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada-Nya dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.” (QS. Al-Ma’arij: 4)

Tafsir Al-Qurthubi: Para ulama memiliki beberapa pendapat, namun mayoritas menyebutkan ayat ini menggambarkan lamanya Hari Kiamat di Padang Mahsyar bagi orang kafir. Sementara bagi orang mukmin, waktu yang sangat panjang tersebut akan terasa jauh lebih singkat karena rahmat Allah, bahkan diibaratkan seperti waktu antara salat Dhuhur dan Ashar.

Fenomena Jahannamiyyun

Jahannamiyyun adalah istilah bagi orang-orang yang sempat berada di neraka namun pada akhirnya masuk ke dalam surga.

1. Siapa Mereka?

Mereka adalah kaum Muwahhidun (orang yang bertauhid) yang memiliki dosa besar yang belum sempat ditaubati hingga ajal menjemput. Timbangan keburukan mereka lebih berat sehingga mereka harus menjalani proses “pembersihan” di neraka.

2. Keadaan Mereka dalam Hadis

(Potongan Hadis Bukhari):

يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ قَوْمٌ بَعْدَمَا مَسَّهُمْ مِنْهَا سَفْعٌ، فَيَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ، فَيُسَمِّيهِمْ أَهْلُ الْجَنَّةِ: الْجَهَنَّمِيُّونَ

“Akan keluar dari neraka suatu kaum setelah mereka terkena jilatan api (hangus), lalu mereka masuk surga. Penduduk surga menjuluki mereka: Al-Jahannamiyyun.” (HR. Bukhari No. 6559)

Kondisi Fisik: Mereka keluar dalam keadaan hitam legam seperti arang.

Proses Pemulihan: Allah memerintahkan agar mereka dicelupkan ke dalam Nahrul Hayah (Sungai Kehidupan). Tubuh mereka kemudian tumbuh kembali seperti tumbuhnya benih di pinggir aliran sungai.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Cara Menghindari atau Mempersingkat Masa di Neraka

Tidak ada istilah “ringan” di neraka, namun terdapat sejumlah amalan yang dijanjikan sebagai pelindung bagi seorang hamba.

1. Perlindungan dari Api Neraka (Al-Wiqayah)

Sedekah
Walaupun sedikit, sedekah memiliki nilai besar di sisi Allah.

“Jagalah diri kalian dari api neraka, walaupun hanya dengan sebutir kurma.” (HR. Bukhari & Muslim)

Puasa

“Puasa adalah perisai yang melindungi seorang hamba dari api neraka.” (HR. Ahmad)

Akhlak Mulia

Rasulullah SAW bersabda bahwa api neraka diharamkan menyentuh orang yang memiliki sifat Hayyin (tenang), Layyin (lembut), Qarib (dekat dan akrab dengan sesama), serta Sahl (mudah membantu orang lain).

2. Memperoleh Syafaat (Jalur Cepat Keluar)

Jika seseorang harus singgah di neraka, beberapa hal berikut diyakini dapat mempercepat keluarnya seseorang dari siksa tersebut:

Syafaat Al-Qur’an
Khususnya Surah Al-Mulk yang disebut sebagai pembela di alam kubur.

Syafaat Teman Sholeh
Di akhirat kelak, orang-orang mukmin akan mencari sahabat mereka yang masih berada di neraka dan memohon kepada Allah agar mereka dikeluarkan dari sana. (Tafsir QS. Maryam: 72)

Syafaat Nabi
Diperoleh dengan memperbanyak sholawat serta mengikuti sunnah Rasulullah SAW secara istiqamah.

Kesimpulan Kajian

Ustadz Suwardi menyampaikan dua poin penting dari kajian tersebut:

1. Waktu di akhirat bersifat relatif; dapat terasa sangat lama bagi para pendosa dan sangat singkat bagi orang-orang yang bertakwa.

2. Fenomena Jahannamiyyun menjadi bukti keadilan sekaligus kasih sayang Allah SWT, bahwa iman tidak akan disia-siakan. Namun proses “pembersihan” di neraka tetap merupakan penderitaan yang harus dihindari sebisa mungkin.

Kajian ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran spiritual keluarga besar RSI Siti Aisyah Madiun. Meskipun iman menjadi jalan menuju surga, proses pembersihan di neraka tetap merupakan penderitaan nyata yang harus dihindari dengan kesungguhan amal selama hidup di dunia.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡