
PWMU.CO—Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Godog bekerja sama dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Godog menggelar Kajian Ramadhan 1446 H pada Kamis (6/3/2025) di Pondok Al-Falah, Godog.
Acara ini diikuti oleh anggota PRM dan PRA Godog serta perwakilan dari organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah.
Kajian ini menghadirkan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Fathurrahim Syuhadi, MM, yang menyampaikan materi bertajuk “Enam Kebiasaan yang Harus Dipertahankan Selama Bulan Ramadhan.”
Dalam paparannya, ia mengingatkan bahwa enam kebiasaan ini tidak hanya dijalankan selama bulan suci, tetapi juga harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari setelah Ramadhan.
Pertama, Meningkatkan Ibadah kepada Allah Swt. “Ramadhan adalah momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. Ibadah seperti shalat, puasa, dan dzikir harus dilakukan dengan penuh kesungguhan,” ujarnya .
Kemudian, dia mengutip firman Allah dalam QS. Adz-Dzaariyaat: 56:
“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah-Ku.”
Kedua, lanjutnya, Meningkatkan Ketakwaan
Tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Oleh karena itu, Ramadhan menjadi ajang untuk meningkatkan keimanan dan memperkuat hubungan dengan Allah Swt.
Firman-Nya dalam Qs. Ali Imran: 102:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”
Ketiga, Berlomba-lomba dalam Kebaikan
Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbanyak amal shalih, baik dalam bentuk ibadah maupun kegiatan sosial.
Allah Swt berfirman dalam Qs Al-Baqarah: 148:
“Maka berlomba-lombalah dalam (membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Keempat, menurut Fathurrahim Syuhadi, Membiasakan Kesabaran.
Puasa melatih kita untuk bersabar, baik dalam menahan hawa nafsu maupun menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Allah Swt berfirman dalam Qs Al-Baqarah: 153:
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”
Kelima, Mengembangkan Jiwa Filantropi
Ramadhan mengajarkan kepekaan sosial terhadap sesama, terutama kepada mereka yang kurang beruntung. Kegiatan seperti berbagi makanan berbuka, infak, serta zakat fitrah dan maal harus terus dilestarikan.
Sebagaimana firman Allah dalam QS. al-Maidah: 2:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.”
Keenam, Memperbanyak Membaca al-Qur’an
Sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an, Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk lebih mendekatkan diri dengan kitab suci ini, baik dengan membacanya, menghafalnya, maupun mentadabburinya.
Allah Swt berfirman dalam Qs Al-Baqarah: 185:
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).”

Menjaga Kebiasaan Baik Pasca Ramadhan
Ketua Kwarwil HW Jatim ini menekankan bahwa keenam kebiasaan ini tidak boleh berhenti setelah Ramadhan berakhir.
Ia mengajak seluruh peserta kajian untuk menjadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
“Mari kita jaga kebiasaan baik ini tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, sejatinya Ramadhan adalah sarana pembentukan karakter Muslim yang sejati,” pungkasnya. (*)
Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan







0 Tanggapan
Empty Comments