Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman (TKK) Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Lamongan menggelar Kajian Tafsir Al-Qur’an pada Rabu malam (1/10/2025) di Masjid Uswatun Hasanah, Rumah Ikatan.
Kegiatan ini merupakan program rutin bulanan yang diinisiasi untuk memperdalam pemahaman kader terhadap kandungan al-Qur’an. Pada pertemuan kali ini, kajian difokuskan pada pembahasan Tafsir Surat al-Fatihah, dengan menghadirkan narasumber Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Dr. Piet Hizbullah Khaidir, MA.
Acara diikuti oleh jajaran PC IMM Lamongan serta para pimpinan komisariat se-Cabang Lamongan. Suasana kajian berlangsung hangat dan interaktif, diwarnai semangat antusias para kader dalam mendalami makna ayat demi ayat yang dikupas secara mendalam oleh pemateri.
Dalam penyampaiannya, Dr. Piet Hizbullah menjelaskan makna mendalam dari lafadz “Bismillahirrahmanirrahim”. Menurutnya, kalimat pembuka dalam setiap bacaan dan perbuatan itu bukan sekadar ucapan, melainkan penghubung antara zikir dan doa.
“Kalau kita ingin mempraktikkan Bismillah, maka Bismillah harus menjadi penggerak untuk menyambungkan dzikir dan doa. Di situlah Iqra’—bacalah—menjadi motivasi untuk memahami dan mengamalkan ilmu,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa orang yang berilmu akan mendapat kedudukan mulia di sisi Allah. Hal itu ditegaskannya dengan mengutip Qa Al-Mujadilah ayat 11 yang berbunyi:
<span;>> “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
Ustadz Piet menambahkan, orang yang ilmunya mendalam akan mudah menyesuaikan diri di manapun berada, sebab ilmu sejati akan membentuk karakter yang lembut, santun, dan penuh semangat.
“Alif dalam lafadz Allah bisa dimaknai hati yang lembut. Dari kelembutan hati itu lahir karakter yang halus, perangai yang baik, dan semangat yang tinggi,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa dalam menuntut ilmu harus ada proses berurutan: mencari, memahami, dan mengamalkan.
“Jangan berhenti pada tahap mencari. Ilmu yang tidak diamalkan tidak akan membentuk karakter,” pesan Ketua STIQSI Paciran Lamongan ini.
Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi ringan. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar adab menuntut ilmu, motivasi istiqamah dalam belajar, hingga cara menjaga semangat beribadah di tengah kesibukan kampus.
Ketua Bidang TKK PC IMM Lamongan, Alfain Jalaluddin Ramadlan, kepada PWMU.CO menyampaikan bahwa kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai sarana kaderisasi intelektual dan spiritual bagi kader IMM.
“Kami ingin Rumah Ikatan menjadi pusat tumbuhnya semangat belajar al-Qur’an di kalangan mahasiswa Muhammadiyah,” ujarnya.
Melalui kajian ini, diharapkan para kader IMM semakin memahami makna Bismillah tidak hanya sebagai bacaan pembuka, tetapi juga sebagai energi spiritual dalam menjalankan dakwah dan aktivitas keilmuan sehari-hari. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments