
PWMU.CO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gedeg, Mojokerto menggelar Pengajian Bulanan yang diadakan setiap minggu ke-2 setelah shalat Maghrib. Pengajian ini dilaksanakan pada Selasa (10/6/2025) di Masjid Darussalam Gedeg, Mojokerto.
Pengajian tersebut disampaikan oleh Alumni Thalabah Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Yogyakarta, Firdaus SAg.
Pengajian ini diikuti oleh sekitar 30 orang di antaranya warga Muhammadiyah Gedeg dan jamaah sekitar Masjid Darussalam. Di awal ceramahnya, Firdaus mengajak para jamaah untuk bersyukur kepada Allah SWT karena masih diberi kesempatan mengikuti kajian tersebut.
Selanjutnya, alumni Universitas Ahmad Dahlan itu menceritakan kisah penciptaan manusia yang bersumber dari Tafsir As-Sa’diy. Ia pun, membacakan surat al-Baqarah ayat 30-31 tersebut kemudian dijelaskan bahwa manusia akan dijadikan khalifah di muka bumi.
Untuk mengulas pengajian tersebut, ia menjelaskan bahwa surat al-Baqarah ayat 30-31, Allah bercerita tentang interaksi Allah dengan Malaikat. Ayat ini menceritakan tentang permulaan penciptaan Nabi Adam as. Nabi Adam adalah bapak moyangnya manusia.
Ayat ini bercerita tentang keutamaan Nabi Adam, Khalifah, dan manusia. Allah juga menceritakan keadaan para malaikat jika Allah akan menciptakan Nabi Adam, dan menceritakan pula bahwa manusia akan dijadikan khalifah di bumi.
Sebelum mengulas lebih lanjut isi tafsir tersebut, terlebih dahulu menjelaskan pengertian dari khalifah. Dalam tafsir jalalain, khalifah adalah orang yang menjalankan perintah Allah. Sedangkan, dalam tafsir karya Ali As Shabuni dan Ibnu Katsir terdapat 2 pendapat:
- Orang yang harus menegakkan hukum Allah di muka bumi
- Suatu kaum yang saling mengantikan satu sama lain abad ke abad dan satu generasi ke generasi yang lain
“Dalam ayat ini, malaikat bukan membantah, tetapi malaikat berkata karena ingin mengetahui, mencari penjelasan, dan takjub. Padahal manusia nanti di bumi melakukan maksiat dan menumpahkan darah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Firdaus memberikan pertanyaan, “Kenapa malaikat tahu, jika di bumi manusia akan menumpahkan darah dan bermaksiat?,”. Kemudian Firdaus menyampaikan bahwa alasan tersebut terdapat 2 pendapat:
- Karena diqiyaskan dengan makhluk Allah (jin dan anak keturunannya) yang tinggal di bumi sebelum manusia. Sebelum manusia, jin dan keturunannya berbuat kerusakan di bumi, waktu itu Allah mengirimkan malaikat untuk meminta jin dan keturunannya diusir di gunung-gunung dan pulau-pulau, yang mengusir adalah iblis, anak buah iblis adalah jin.
- Malaikat melihat potensi dari penciptaan manusia (manusia diciptakan dengan bentuk yang lemah), sehingga manusia akan berbuat kerusakan dengan cara bermaksiat dan menumpahkan darah.
“Ucapan malaikat berdasarkan dugaannya sendiri, dan Allah mengetahui yang nampak oleh mata dan yang tidak nampak oleh mata. Allah mengetahui penciptaan manusia menjadi khalifah di bumi lebih banyak kebaikan daripada keburukan,” ungkap Firdaus.
“Kenapa Allah menciptakan manusia?,” tanya Firdaus kepada jamaah. Firdaus melanjutkan penjelasannya bahwa ada 4 pendapat tentang alasan manusia di ciptakan:
- Allah berkehendak akan memilih Nabi, Shiddiqin (orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah), Syuhada‘ dan orang saleh
- Agar Allah menampakkan kuasanya kepada hamba-Nya
- Jika manusia diciptakan, maka ibadah dan jihad itu ada
- Agar Allah memperlihatkan hambanya yang paling baik.
Menurutnya, hidup itu ujian sebagaimana dalam al-Quran surat al-Fajr ayat 15-16:
Artinya: Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, “Tuhanku telah memuliakanku”. Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, “Tuhanku telah menghinaku”.
Maksud ayat ini adalah kaya itu ujian, miskin itu ujian, dan Allah ingin melihat respon dari manusia atas ujian yang diberikan Allah.
Kemudian, Firdaus melanjutkan pembahasan Tafsir As Sa’diy surat al-Baqarah ayat 31. Ia menjelaskan bahwa Allah mengajarkan kepada Nabi Adam semua lafadz, dan makan dari yang terbesar dan yang terkecil.
Kemudian Allah memperlihatkan kepada malaikat tentang benda-benda tersebut kepada malaikat sebagai ujian bagi malaikat. Allah berkata kepada malaikat, “Jika ku lebih mulia dari manusia, sebutkan kepadaku semua benda-benda itu”.
Pengajian yang berlangsung dengan khidmat ini berakhir tepat pukul 18.35 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan shalat Isya berjamaah.(*)
Penulis Laili Khoiriyana Hernanda Editor Zahrah Khairani Karim






0 Tanggapan
Empty Comments