
PWMU.CO – Peringatan 1 Muharram di Masjid At Taubah Pekarungan pada hari Ahad (7/7/2024) berlangsung dalam kajian Subuh yang dihadiri oleh jamaah setempat.
Ketua PCM Dwi Songgo P membuka acara dengan sambutan yang mengajak jamaah untuk berbagi dalam kebaikan, terutama pada bulan Muharram ini.
Dalam sambutannya, Dwi Songgo mengingatkan tentang hijrah Nabi Muhammad Saw dari Mekkah ke Madinah yang terjadi pada bulan Muharram.
“Allah Swt mengingatkan umat Islam akan perjuangan Rasulullah dan para sahabatnya dalam memperjuangkan Islam pada zaman jahiliyah. Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriyah, menjadi momen bagi umat Islam untuk mengisinya dengan amal kebaikan.”
Kemudian dia mencontohkan kedermawanan datang dari Abdurrahman bin Auf, sahabat Rasulullah yang terkenal dengan keberaniannya dalam berbisnis dan kedermawanannya.
Beliau adalah salah satu dari sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira akan masuk surga oleh Rasulullah Saw.
Sementara itu, Drs H Pujiyanto MA dalam ceramahnya, menceritakan kisah Abdurrahman bin Auf yang ingin mengurangi hartanya karena takut akan pertanggungjawaban yang berat di akhirat.
Ia membeli seluruh kurma busuk dari satu kota ketika pedagang lain mengalami kerugian. Tanpa disadarinya, kurma busuk tersebut dapat digunakan untuk mengobati wabah di Yaman dan dihargai sepuluh kali lipat dari kurma biasa.
“Bukannya semakin miskin, Abdurrahman bin Auf malah semakin kaya,” kata Pujiyanto.
Kemudian Dia mengutip ayat tentang pentingnya bersedekah, dalam al-Qur’an, Surah al-Baqarah ayat 261:
مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
Ustad Pujiyanto juga menekankan pentingnya komitmen dalam menjalankan ibadah, termasuk shalat Subuh berjamaah di masjid.
Ia mengingatkan jamaah untuk memiliki program di otak sebagai komitmen, misalnya tetap bangun Subuh meskipun tidur larut malam.
Selain itu, Ustad Pujiyanto mengajak jamaah untuk rutin membaca al-Qur’an beserta maknanya. Dengan membaca satu ayat per hari dan mendalami maknanya, dalam 18 tahun seseorang bisa khatam al-Qur’an.
“Membaca 18 ayat per hari akan membuat seseorang khatam dalam setahun, dan dengan membaca 50 ayat per hari, dalam empat bulan insyaallah akan khatam. Tinggal memilih program mana yang mau dijalankan,” pungkasnya.
Penulis Dian R Agustina Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan






0 Tanggapan
Empty Comments