Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Suko Sidoarjo berkolaborasi dengan Komite Sekolah SMP Muhammadiyah 10 Suko dalam penyelenggaraan Kajian Akbar, Sabtu (6/12/2025).
Kolaborasi ini bertujuan menyatukan visi dan misi warga Muhammadiyah serta simpatisannya, memperkuat rasa persatuan dan kerja sama antarkelompok, sekaligus mengajak semakin banyak ibu-ibu wali murid maupun masyarakat umum mencintai majelis ilmu dan kegiatan sosial yang digagas PRA Suko dan Komite SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (MIOSI).
Sabtu pagi (6/12/2025), Aula SMP Muhammadiyah 10 Suko Sidoarjo mulai dipadati peserta. Panitia dari PRA Suko dan Komite MIOSI mempersiapkan kebutuhan acara, termasuk minuman Doors Plus—produk demineral unggulan PRA Suko—hingga konsumsi untuk tamu undangan.
Kebersamaan ini menunjukkan kekuatan kolektif dalam melakukan kebaikan. Kepala SMP Muhammadiyah 10 Suko, Mahyuddin Syaifulloh, hadir memberikan sambutan tentang pentingnya ilmu, silaturahim, dan infak. Ia menegaskan bahwa ilmu adalah cahaya pembimbing kehidupan, sementara silaturahim memperkuat ukhuwah. Sedekah, menurutnya, merupakan wujud syukur kepada Allah dan cara membangun solidaritas sosial.
Dalam kajiannya, dr. Edy Subagyo, M.R., mengingatkan bahwa nikmat sehat dan waktu adalah dua nikmat yang paling sering dilupakan manusia. Ia membahas cara menjaga kesehatan sesuai panduan Ilahi dan prinsip ilmiah, dengan penekanan pada metabolisme tubuh dan akar permasalahan kesehatan.

Menurutnya, menjaga tubuh adalah bagian dari ibadah sehingga pendekatan ilmiah perlu diutamakan. Ia juga memperkenalkan Konsep Karnus sebagai pelengkap kedokteran konvensional untuk membantu memahami pola makan dan metabolisme dalam menangani penyakit seperti jantung, asam lambung, dan diabetes.
Konsep Karnus sendiri merupakan metodologi kesehatan yang menekankan keseimbangan alam, fisik, mental, dan sosial berdasarkan cara kerja tubuh sesuai “algoritma Sang Pencipta”. Konsep ini memandang kesehatan secara holistik dan menekankan pentingnya pencegahan penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, dan kanker dengan cara menyasar akar masalah, terutama gangguan lambung, metabolisme yang tidak seimbang, dan regenerasi sel yang tidak optimal.
Pemahaman terhadap algoritma tubuh, sel, dan sistem metabolisme menjadi dasar fundamental pendekatan ini. Konsep Karnus juga dipromosikan sebagai cara cerdas untuk mencapai kesehatan optimal dan telah melahirkan berbagai produk, di antaranya Beras Karnus yang difortifikasi bekatul.
Sementara itu, kajian ini juga menekankan pentingnya menjaga pola makan sesuai aturan Allah, yaitu dengan mengonsumsi makanan halal dan baik (thayyib), menghindari sikap berlebihan (israf), serta menjadikan makan sebagai ibadah yang dilandasi rasa syukur. Makanan yang halal dan thayyib bukan hanya memenuhi aspek hukum, tetapi juga harus mendukung kesehatan fisik dan mental.
Menghindari makan berlebihan juga penting agar tubuh tidak terbebani dan hati tetap bersih dari sifat rakus. Makan yang diawali doa dan diakhiri syukur merupakan bentuk menjaga amanah tubuh ciptaan Allah.
Selain itu, mengikuti adab makan Rasulullah SAW—seperti makan perlahan, mengunyah dengan baik, menggunakan tangan kanan, dan makan bersama—membawa keberkahan dan ketenangan jiwa. Pola makan Islami tersebut diyakini dapat menjaga kesehatan, mencegah penyakit, serta menghadirkan hidup yang lebih berkah.


0 Tanggapan
Empty Comments