Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF). Dua tim santri PPI AMF berhasil meraih medali emas dan perak dalam ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) yang diselenggarakan oleh Indonesia Young Scientist Association (IYSA).
Kompetisi internasional ini diikuti peserta jenjang SD, SMP, dan SMA dari berbagai negara. Pada ajang tersebut, PPI AMF mendelegasikan dua tim dari jenjang SMP dan SMA yang sukses menampilkan karya ilmiah inovatif berbasis riset dan solusi nyata.
Tim SMP PPI AMF yang beranggotakan Luvena Bellvania Az-Zahra, Cira Araceli Wahyudi, Selma Karamy Az Zahra, Syafira Aulia Rahma, dan Tsurayya Kamila Ali berhasil menyabet medali emas melalui penelitian berjudul “Utilization of Orange Peel Waste Based Eco-Gel to Retain Moisture in Dry Soil”. Riset ini mengangkat inovasi pemanfaatan limbah kulit jeruk menjadi eco-gel untuk menjaga kelembapan tanah kering.

Perwakilan tim, Luvena Bellvania Az-Zahra, menjelaskan bahwa ide penelitian berangkat dari melimpahnya sampah kulit jeruk di lingkungan sekitar. Dari hasil kajian, kulit jeruk diketahui mengandung pektin yang mampu menyimpan dan mempertahankan kelembapan tanah.
“Kami melihat banyak lahan di Indonesia mulai mengering. Dari situ kami ingin menghadirkan inovasi sederhana yang bisa membantu menjaga kestabilan kelembapan tanah,” ungkap Luvena saat ditemui di PPI AMF, Sabtu (13/12/2025).

Ia menambahkan, bentuk gel terinspirasi dari silica gel yang umum digunakan pada sepatu. Eco-gel berbahan dasar kulit jeruk ini cukup dicampurkan ke tanah kering. Berdasarkan uji coba selama tujuh hari, tanah yang diberi eco-gel terbukti tetap lembap.
Sementara itu, tim SMA PPI AMF yang terdiri atas Thaariq El Haq Bahtiar, Muhammad Kuffih Taqiyuddin, Naufal Azka Fathony, Khairunnisa Aqila Nurrahima, Lintang Zhafira Nuha, dan Naila Hana Rosyida meraih medali perak. Mereka mengusung penelitian berjudul “Revitalization of the Javanese Language in the Modern Era Through a Digital Learning App, Aksara” yang berfokus pada pelestarian bahasa Jawa melalui pengembangan aplikasi pembelajaran digital.
Pembina Kelas Karya Tulis Ilmiah (KTI) PPI AMF, Nabila Almayda, mengaku bangga atas proses dan capaian para santri. Menurutnya, prestasi ini menjadi langkah awal yang sangat baik dalam pengembangan potensi riset santri.
“Lebih membanggakan lagi, ini merupakan event internasional pertama yang mereka ikuti, tetapi sudah mampu menunjukkan usaha dan potensi terbaik,” ujarnya.
Dalam proses pembinaan, Nabila mengenalkan penulisan karya tulis ilmiah beserta strukturnya sejak awal. Para santri juga dibekali kemampuan menulis artikel ilmiah, mengingat I2ASPO mewajibkan pengiriman karya dalam bentuk artikel. Untuk tim SMP, pembinaan mencakup analisis laboratorium mulai dari pembuatan eco-gel hingga pengujian kelembapan, pH, dan intensitas cahaya tanah selama tujuh hari. Sementara tim SMA lebih fokus pada desain aplikasi serta pengembangan konten dan fitur pembelajaran.
Ke depan, Nabila berharap karya ilmiah santri PPI AMF dapat dipublikasikan di jurnal bereputasi, minimal terindeks Sinta. Ia juga berkomitmen mendorong santri mengikuti lebih banyak kompetisi riset, baik nasional maupun internasional.
Rasa bangga turut disampaikan Khairunnisa Aqila Nurrahima dari tim SMA. Ia mengaku tidak menyangka penelitian yang dikerjakan bersama timnya mampu meraih prestasi di ajang internasional.
“Semoga penelitian kami benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments