Korps Relawan Sosial Muhammadiyah (KawanMU) Aceh melaksanakan Psychological First Aid (PFA) dan intervensi psikososial kepada seorang penyintas lansia yang saat ini mengungsi di Posko Meunasah Balek, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Dalam sesi PFA, penyintas lansia tersebut menceritakan kondisi rumahnya yang terdampak parah akibat banjir bandang. Air bercampur lumpur masuk ke dalam rumah hingga setinggi betis orang dewasa sehingga merusak hampir seluruh isi rumah.
“Saat itu, air bercampur lumpur masuk ke dalam rumah kami,” ujar penyintas pada Jumat (24/1/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa seluruh persediaan beras terseret arus banjir. Perabot rumah tangga seperti kasur dan lemari tidak dapat diselamatkan karena terendam air dan lumpur dalam waktu lama. Bahkan, tidak ada barang berharga yang berhasil diamankan.
“Alat-alat rumah tangga sudah habis terkena banjir. Air surut lama, lumpur belum juga hilang sampai sekarang. Kami sudah tidak punya apa-apa,” imbuhnya.
Saat ini, penyintas lansia tersebut tinggal sementara di lokasi pengungsian demi keamanan dan kenyamanan. Namun, pada siang hari, ia kembali ke rumahnya untuk membersihkan sisa-sisa lumpur yang masih menempel di lantai dan dinding rumah.
Upaya tersebut dilakukan secara mandiri sebagai bentuk ikhtiar untuk memulihkan kondisi tempat tinggalnya, meskipun keterbatasan fisik menjadi tantangan tersendiri.
“Ya, perlahan kami ikhtiar membersihkan rumah walaupun sendiri,” tuturnya.
Kisah ini menjadi gambaran nyata dampak banjir bandang terhadap kelompok rentan, khususnya lansia, yang membutuhkan perhatian, pendampingan, serta dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun relawan kemanusiaan dalam proses pemulihan pascabencana. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments