Acara manasik haji yang diselenggarakan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Jabal Nur di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo pada Ahad (14/12/2025), menghadirkan pencerahan menarik terkait hikmah di balik ritual tawaf.
Kegiatan bertajuk “Serba-Serbi Haji dan Umrah” ini menghadirkan pemateri utama Dr. Ir. Jamaaluddin, MM, Cht, CI, dosen Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) yang juga aktif dalam pembinaan ibadah haji.
Dalam pemaparannya, Dr. Jamaaluddin menjelaskan alasan ilmiah mengapa jamaah haji dan umrah melakukan tawaf dengan berputar mengelilingi Ka’bah berlawanan arah jarum jam, bukan searah jarum jam.
“Peristiwa ini sesuai dengan aturan tangan kanan Lorentz dalam ilmu fisika,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jika terdapat medan yang bergerak berlawanan arah jarum jam, maka akan menimbulkan gaya dengan arah ke atas. Sebaliknya, apabila arah medan searah jarum jam, gaya yang timbul justru mengarah ke bawah.
Lebih lanjut, Dr. Jamaaluddin menekankan bahwa melalui perintah bertawaf ini, Allah SWT telah menunjukkan kekuasaan dan keluasan ilmu-Nya.
Menurutnya, Ka’bah memiliki kekuatan untuk mengantarkan energi menuju ‘Arsy Allah. Energi tersebut disalurkan melalui aktivitas tawaf yang dilakukan oleh jutaan orang secara terus-menerus tanpa henti sepanjang tahun.
Selain itu, Ka’bah juga dijadikan sebagai arah kiblat dalam pelaksanaan salat umat Islam di seluruh dunia. Kondisi ini menjadikan energi yang terakumulasi di Ka’bah sangat besar.
Sebagai perbandingan, Jamaaluddin mengutip hadits Rasulullah Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa salat di Masjid Nabawi memiliki pahala 1.000 kali lipat dibandingkan salat di masjid lain sedangkan salat di Masjidil Haram memperoleh pahala hingga 100.000 kali lipat dibandingkan salat di masjid lainnya.
Penjelasan tersebut disambut antusias oleh para peserta manasik. Mereka semakin meyakini bahwa setiap amalan dalam ibadah haji dan umrah tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga selaras dengan logika ilmiah yang menunjukkan kebesaran Sang Pencipta.
Melalui kegiatan manasik ini, diharapkan para calon jamaah memperoleh pemahaman yang lebih mendalam sehingga pelaksanaan ibadah haji dan umrah dapat dijalani dengan lebih khusyuk dan bermakna. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments