Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kebahagiaan Hakiki dan Esensi Manusia Sesungguhnya

Iklan Landscape Smamda
Kebahagiaan Hakiki dan Esensi Manusia Sesungguhnya
Ilustrasi seorang pria yang sedang duduk termenung (Foto: Istimewa)
pwmu.co -

Kehidupan hakiki dalam Islam adalah kehidupan yang berorientasi kepada Allah SWT semata. Dunia hanya dianggap sebagai ladang amal untuk akhirat, bukan sebagai tujuan akhir.

Banyak dari kita, manusia, yang masih tertipu oleh ilusi duniawi. Hedonisme kerap menyilaukan mata, terkadang membuat manusia buta hingga menghalalkan segala cara yang dilarang agama demi mengejar animo yang tinggi.

Tujuan Manusia Diciptakan

Tujuan awal Allah SWT menciptakan manusia adalah hanya untuk menyembah-Nya. Sebagaimana firman-Nya:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْن
Artinya: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Dari ayat tersebut dapat kita pahami bahwa konteks makna beribadah artinya kita boleh mencari kebahagiaan, tidak hanya di akhirat, tetapi juga di dunia dengan syarat tetap berada di jalan ridha-Nya.

Sebagaimana terdapat dalam maqolah:
“اعْمَلْ لِدُنْيَاكَ كَأنَّك تَعِيشُ أبَدًا وَاعْمَلْ لِآخِرَتِكَ كَأَنَّكَ تَمُوْتُ غَدًا”
Artinya: “Bekerjalah untuk duniamu seolah-olah engkau akan hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok.”

Ungkapan ini menekankan pentingnya menyeimbangkan kehidupan duniawi dengan persiapan spiritual untuk akhirat. Maknanya, jangan menelantarkan urusan dunia karena kita hidup di dalamnya, tetapi juga jangan melalaikan urusan akhirat karena kematian bisa datang kapan saja.

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
Artinya: “Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu. Maka apabila telah datang waktunya, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS. Al-A’raf: 34)

Lima Hal Melalui Lima Jalan

Untuk menyeimbangkan perkara dunia dan akhirat, ada lima jalan yang bisa dilakukan agar memperoleh lima hal berikut:

Iklan Landscape UM SURABAYA

1. Berkah rezeki diperoleh melalui salat dhuha.

Dari Abu Darda, ia berkata bahwa Rasulullah SAW menjelaskan hadis Qudsi. Allah SWT berfirman:
يا ابنَ آدمَ اركعْ لي من أولِ النهارِ أربعَ ركَعاتٍ أكْفِكَ آخِرَه

Artinya: “Wahai anak Adam, rukuklah (salatlah) karena Aku pada awal siang (salat dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari.” (HR. Tirmidzi)

2. Cahaya di hari kiamat melalui salat tahajud.

Salah satu keutamaan salat tahajud adalah memberikan cahaya bagi pelakunya di hari kiamat. Dalam sebuah hadis riwayat Ibnu Majah, Abu Daud, dan Tirmidzi dari Abu Buraidah RA, Rasulullah SAW bersabda:

بَشِّرُوا المَشَّائِينَ في الظُّلَمِ إلى المَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ القِيَامَةِ
Artinya: “Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sering berjalan di kegelapan malam menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat.”

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu