Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kegiatan Idul Adha Pertama di PRM Sendangagung, Inilah Cerita Eksklusif dari Pelaku Sejarah

Iklan Landscape Smamda
Kegiatan Idul Adha Pertama di PRM Sendangagung, Inilah Cerita Eksklusif dari Pelaku Sejarah
pwmu.co -
H Ma’shum Ahmad, tokoh dan pelaku sejarah berdirinya Muhammadiyah Sendangagung, foto diambil Ahad 1 Juni 2025 (Gondo Waloyo/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur punya cerita menarik terkait pelaksanaan kegiatan Idul Adha yang terjadi di awal berdirinya Muhammadiyah tahun 1965.

Cerita yang layak disimak kader Muhammadiyah ini dituturkan langsung oleh Ma’shum Ahmad, tokoh Muhammadiyah sekaligus pelaku sejarah berdirinya PRM Sendangagung.

Diceritakan bahwa Muhammadiyah Sendangagung yang lahir 7 Februari 1965, tidak langsung bisa menyelenggarakan shalat Id, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, warga Sendangagung pada umumnya menunaikan shalat idul Adha dan idul Fitri di Masjid Raden Nur Rahmat.

Satu tahun setelah berdiri Muhammadiyah di Sendangagung, shalat Idul Fitri pertama digelar di Lapangan Kopen pada awal tahun Januari 1966 dengan mengundang khatib dan imam H Sun’an Karwalip – Kartiun Walijah Paciran.

Untuk Idul Adha di tahun yang sama dilaksanakan di Lapangan Kopen dengan khatib lokal, atau tidak mengundang luar Sendangagung, selaku khatib: Ma’shum Ahmad, imam: Munir Ahmad, pemimpin takbir: H Anwar atau Kaji Nuwar (ayah Ibu Subiyanah), dan Bilal (komando dimulainya shalat): Mudin Bajuri.

Seperti kegiatan shalat Idul Fitri pertama di Lapangan Kopen, idul Adha kali ini juga diawali dengan kumpul di Masjid An-Nur, kemudian jamaah berduyun-duyun berangkat bareng menuju Kopen.

Dengan rute dari Masjid An-Nur lewat Pengangson (sekarang depan Balai Desa), ke barat lewat Sutho menuju Kopen, iring-iringan dipimpin oleh H Anwar diikuti penuh semangat sambil menggemakan takbiran; Sa’dullah (Waklik), Warkim, Sumadi, dan Kasbun.

Hal ini diceritakan secara eksklusif oleh Ma’shum Ahmad sambil duduk di kursi malasnya yang berada di teras rumahnya di Jalan Jublang Nduku, Sutho RT 06 RW 02 Sendangagung Paciran, Ahad (1/6/2025).

Saat itu, Ma’shum muda masih belum menikah dan baru pacangan (bertunangan) dengan gadis bernama Husniyatin, salah satu putri Mudin Bajuri yang bertugas menjadi Bilal di shalat Idul Adha pertama bagi warga Muhammadiyah Sendangagung.

Tak pelak, hal itu memunculkan komentar warga Muhammadiyah, dengan nada kocohan (gurauan) khas Sendangagung,

Buwok_ ! _Sing khutbah Ma’shum sing imam dulure dewe, sing takbiran pamane, sing Bilal calon mertuwo – Luar biasa! yang jadi khatib Ma’shum imamnya kakaknya sendiri, yang memimpin takbiran pamannya, dan yang Bilal calon mertua,” kenang Ma’shum yang kini telah berusia 85 tahun ini.

Untuk kegiatan penyembelihan hewan, PRM Sendangagung tidak mengkoordinir atau membentuk panitia penyembelihan hewan kurban seperti saat ini, kalaupun ada atas nama pribadi dan dilakukan secara pribadi di rumah masing-masing.

Munculnya gagasan pemotongan hewan kurban di Amal Usaha Muhammadiyah baru ada di tahun 1986 atau 20 tahun setelah Muhammadiyah berdiri, hal ini dilatarbelakangi pemikiran bahwa kebutuhan mendesak Muhammadiyah saat itu adalah fasilitas atau infra struktur AUM, prioritasnya amal jariyah.

Setelah Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung berdiri tahun 1986, baru ada gerakan penyembelihan hewan di pondok yang digagas oleh H Dirjam dengan Mudlahi pemberi kurban kambing atas nama Darminah atau ibu kandung H Dirjam.

Sementara itu, pada tahun yang sama (1986) di SMPM 12 Sendangagung juga dibentuk panitia penyembelihan hewan kurban dengan penyembelih H Abdul Ghofar mudlahi H Aslik Ghozali, dari Sumberrejo Bojonegoro dan H Suwono dari Padangan Bojonegoro, keduanya saudagar emas yang asli Sendangagung.

Sejak itu, (tahun 1986), baik di Ponpes Al-Ishlah maupun SMPM 12 atau di Masjid An-Nur dan juga Mushalla Nurul Huda tiap tahun ditradisikan penyembelihan hewan kurban, dan Alhamdulillah makin tahun makin baik dan banyak mudlahi nya,” tutur ayah 6 anak sambil matanya terus menerawang seolah ingin mengingat kejadian masa lalu. (*)

Penulis Gondo Waloyo Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu