
PWMU.CO — Kehadiran Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof Dr Nazarudin Malik SE MSi di SMAS Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Genteng, Banyuwangi, pada Ahad (28/4/2025) disambut antusias oleh seluruh warga sekolah, mulai dari guru hingga karyawan SMA Muha.
Rombongan Prof Nazarudin tiba di SMA Muha Genteng tepat pukul 16.00 WIB, didampingi Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyuwangi, Sujanto MM.
Kedatangan di SMA Muha ini merupakan lawatan terakhir setelah berkeliling Banyuwangi di empat tempat berbeda, yang masing-masing memakan waktu tempuh satu sampai dua jam. Mulai dari acara halalbihalal di PCM Pakis Duren, Kecamatan Kabat, dilanjutkan kunjungan ke SMK Models, Kecamatan Pesanggaran, kemudian ke Surya Mart di SMK Muhi, Kecamatan Genteng, dan Suara Muhammadiyah (SM) Corner di Genteng.
Setibanya di SMA Muha, rombongan Prof Nazarudin langsung disambut oleh pembina sekaligus Pembina SMA Muha, H Abdul Mun’im, bersama kepala sekolah, bapak-ibu guru, serta karyawan.
Karena waktu sudah cukup sore, tanpa menunggu lama, acara seremonial penyambutan Rektor UMM yang ditempatkan di meeting room langsung dimulai. Acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dirangkai dengan Mars Muhammadiyah, serta sambutan-sambutan.
Untuk sambutan pertama disampaikan oleh Kepala SMA Muha Genteng, Drs Suharyono, yang mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan tersebut sekaligus hibah satu unit bus medium beberapa bulan silam yang langsung dioperasikan untuk antar-jemput siswa yang jauh.
“Kami merasa tersanjung Bapak Rektor berkenan hadir untuk bisa melihat kondisi sekolah dari dekat dan kami mohon nanti bisa memberikan bimbingan kepada kami semua berupa motivasi dan support,” ujar Suharyono.
Usai sambutan kepala sekolah, dilanjutkan sambutan Pembina SMA Muha, H. Abdul Mun’im, S.H., yang di usianya di atas delapan puluh tahun masih energik dan bersemangat. Dalam sambutannya, Mbah Im—sapaan H Abdul Mun’im—banyak mengupas sejarah berdirinya sekolah-sekolah yang kini tumbuh menjadi sekolah besar, mulai dari SMEA (sekarang SMK Muhammadiyah 1), STM (sekarang SMK Muhammadiyah 2), dan SMA Muha yang diceritakan secara panjang lebar.





0 Tanggapan
Empty Comments