Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kehidupan Dunia di Cipta Tak Sempurna

Iklan Landscape Smamda
Kehidupan Dunia di Cipta Tak Sempurna
pwmu.co -
Oleh Dwi Taufan Hidayat – Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Semarang

PWMU.CO – Dalam hidup ini, kita sering terjebak dalam ilusi kesempurnaan. Kita mengira bahwa orang lain hidupnya lebih ideal, lebih bahagia, dan lebih “sempurna” dibanding kita. Padahal, di dunia ini tidak ada satu pun yang benar-benar sempurna. Segala sesuatu diciptakan Allah dengan takaran, ukuran, ujiannya sendiri, dan celah-celah. Semua itulah yang bisa membuat kita belajar untuk sabar dan bersyukur. Banyak anak yang sukses dalam karir, tapi orang tuanya tidak sempat menyaksikannya. Ada yang kariernya gemilang, tapi rumah tangganya justru berantakan. Ada yang keluarganya harmonis, dan Allah mengujinya melalui ekonomi yang sulit. Ini semua merupakan rahasia Allah yang harus kita terima dengan lapang hati.

Ibarat pepatah, manusia seringkali berpandangan “rumput tetangga tampak lebih hijau dari rumput sendiri”. Padahal, kita tidak pernah benar-benar tahu luka dan air mata di balik pagar mereka. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْـًۭٔا وَهُوَ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْـًۭٔا وَهُوَ شَرٌّۭ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu; dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).

Ayat ini menegaskan bahwa semua skenario kehidupan sudah diatur dengan sangat teliti oleh Allah. Tidak ada yang sia-sia. Jika kita mendapatkan ujian melalui pasangan yang selingkuh, kita semestinya menerima dengan kesabaran. Bisa jadi itu cara Allah mendidik kita untuk semakin mendekat kepada-Nya, bukan pada manusia. Jika kita sukses di karier tapi sangat sulit mendapat jodoh, mungkin Allah ingin kita fokus memperbaiki diri lebih dulu sebelum dipertemukan dengan seseorang yang sepadan.

Rasulullah SAW bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin. Semua urusannya adalah kebaikan, dan itu tidak dimiliki oleh siapa pun selain orang mukmin. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, maka itu pun baik baginya.” (HR. Muslim)

Kehidupan yang sungguh-sungguh ideal hanya ada dalam alam surga. Di dunia ini kita hanya dituntut untuk selalu berikhtiar dan berdoa. Bukan menuntut kesempurnaan. Justru kekurangan dan ketidaksempurnaan itulah yang menjadi ladang pahala.

Banyak orang mengorbankan keluarga demi harta, padahal harta hanya titipan. Ada pula yang mengorbankan kesehatan demi jabatan, padahal pangkat dan jabatan bisa hilang dalam sekejap. Karena itu, Allah mengingatkan kita untuk menjaga keseimbangan:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْـَٔاخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) dunia…” (QS. Al-Qashash: 77)

Maka, jangan pernah merasa gagal atau iri pada jalan hidup orang lain. Syukuri setiap celah yang tampak tidak ideal tersebut, karena mungkin pada celah itulah Allah titipkan keberkahan yang secara kasat mata tak terlihat.

Maka, mintalah pada Allah agar diberi kemudahan urusan dan keberkahan, sebagaimana dalam doa:

اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا

Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Dan Engkau dapat menjadikan kesulitan itu mudah apabila Engkau menghendaki.”

Ingatlah, jangan berharap dunia ini berjalan tanpa celah. Dunia hanyalah ladang ujian dan penempaan bagi seluruh hamba. Yang kita cari bukanlah kesempurnaan, melainkan keridhaan Allah dalam setiap langkah, agar hidup kita berbuah pahala dan akhir yang baik.

Semoga Allah selalu memberikan kemampuan kepada kita dalam menjalani ujian hidup dengan kesabaran. Mensyukuri nikmat sekecil apa pun yang Allah berikan, dan senantiasa memohon keberkahan di setiap hela napas. Dunia ini bukan tempat ideal, tetapi bisa menjadi tempat terindah jika kita mengisinya dengan ikhlas dan ridha.***

Editor Notonegoro

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu