Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kejujuran yang Melahirkan Umar bin Abdul Aziz

Iklan Landscape Smamda
Kejujuran yang Melahirkan Umar bin Abdul Aziz
Prof. Achmad Zuhdi, DH. Foto: tangkapan layar Youtube
pwmu.co -

Setiap manusia mendambakan kebahagiaan dalam hidupnya. Namun kebahagiaan sejati tidak datang dari harta, jabatan, atau popularitas, melainkan dari ketakwaan dan kejujuran yang tertanam dalam hati.

Hal itu disampaikan Prof. Zuhdi Prof. Achmad Zuhdi, DH, dalam ceramahnya yang dirilis di kanal Yoyube Masjid Al-Falah.

Dalam khotbahnya, dia menegaskan bahwa takwa merupakan kunci utama bagi siapa pun yang ingin hidup beruntung, berjaya, dan bahagia.

“Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman, Wattaqullaha la’allakum tuflihun. Bertakwalah kamu kepada Allah agar kamu menjadi orang yang beruntung,” ujar Ustaz Zuhdi mengutip Surah Ali Imran ayat 200.

Menurutnya, inti dari takwa bukan semata soal ritual lahiriah, melainkan kesadaran mendalam untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. “Takwa itu letaknya di hati. Semakin dekat seseorang dengan Allah, semakin kuat pula ketakwaannya,” tambahnya.

Ustaz Zuhdi menekankan, takwa yang sejati akan tampak dalam perilaku jujur dan berintegritas. Seseorang yang benar-benar bertakwa pasti menjunjung kebenaran dan tidak mau berbohong, menipu, atau menyesatkan orang lain.

“Orang yang jujur itu apa yang diucapkan sesuai dengan perbuatannya. Ia tidak menipu, tidak curang. Dalam setiap tindakannya, ia selalu ingin benar,” katanya.

Ustaz Zuhdi mengingatkan sabda Nabi Muhammad saw: ‘Alaikum bis-sidq, fa inna as-sidqa yahdi ilal birri, wa inna al-birra yahdi ilal jannah.’ Artinya, “Hendaklah kamu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa kepada surga.”

Kejujuran itu, terang Ustaz Zuhdi, bukan hanya membawa ketenangan, tapi juga membuka jalan menuju surga.

Dalam kehidupan sehari-hari, Ustaz Zuhdi mengajak jamaah untuk membiasakan kejujuran meski dalam hal kecil. Dia mencontohkan, ketika seseorang berbelanja dan menerima uang kembalian lebih, maka orang jujur akan mengembalikannya, bukan justru merasa senang mendapat kelebihan.

“Zaman sekarang banyak godaan untuk berbohong demi keuntungan. Tapi kalau seseorang masih memilih untuk jujur meski rugi secara materi, itulah tanda ketakwaan,” kata Ustaz Zuhdi.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dia menegaskan, orang yang jujur akan hidup tenang karena selalu merasa diawasi oleh Allah SWT, inilah yang disebut muraqabah, yakni kesadaran batin bahwa Allah selalu melihat apa yang kita lakukan, baik di tempat sepi maupun ramai.

Kisah Gadis Penjual Susu dan Umar bin Khattab

Untuk memperkuat pesannya, Prof. Zuhdi mengisahkan cerita klasik dari masa Khalifah Umar bin Khattab.

Suatu malam, Umar berkeliling memantau rakyatnya dan mendengar percakapan seorang ibu dengan anak gadisnya. Sang ibu meminta anaknya mencampur susu dengan air agar mendapat keuntungan lebih besar. Namun sang gadis menolak dengan tegas.

“Wahai Ibu, memang Umar tidak melihat kita, tetapi Tuhannya Umar pasti melihat kita,” kata gadis itu dengan gemetar namun mantap.

Kisah itu membuat Umar bin Khattab terharu hingga meneteskan air mata. Ia pun memerintahkan putranya, Asim bin Umar, untuk melamar gadis salehah tersebut. Dari keturunan pernikahan itu lahirlah Umar bin Abdul Aziz, seorang khalifah besar yang dikenal karena kejujurannya dan kebijaksanaannya, hingga dijuluki Khulafa Rasyidin kelima.

“Lihatlah bagaimana kejujuran seorang gadis sederhana bisa melahirkan keturunan pemimpin besar yang adil dan saleh,” tutur Ustaz Zuhdi penuh penekanan.

Dalam bagian akhir ceramahnya, Ustaz Zuhdi menyinggung pentingnya integritas bagi para pemimpin. Ia mengutip perkataan sahabat Jabir bin Abdullah, “Al-amanatu tajlibur rizqo, wal khiyanatu tajlibul faqr”, amanah membawa rezeki, sedangkan khianat mendatangkan kemiskinan.

“Kalau pemimpin jujur dan amanah, rakyatnya akan sejahtera karena Allah membuka pintu rezeki. Tapi kalau pemimpinnya khianat, akan terbuka pintu-pintu kemiskinan di mana-mana,” tegasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu